Kemenpar Dukung BINA Holiday 2026 untuk Genjot Wisata Domestik
Kementerian Pariwisata mendukung pelaksanaan program BINA Holiday & Back to School 2026 yang digelar pada 8 Juni–12 Juli 2026. Program ini bertujuan mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan menguatkan konsumsi domestik selama libur sekolah di berbagai provinsi.
Program kolaboratif dan cakupan
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, HIPPINDO, dan APPBI. Partisipasi berskala luas diharapkan memicu aktivitas ekonomi lokal saat liburan.
- 800 merek terlibat
- 80.000 gerai ikut serta
- 414 pusat perbelanjaan di 24 provinsi
Target perjalanan dan dampak ekonomi
Program ini diposisikan sebagai salah satu upaya untuk mendukung target perjalanan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara tahun 2026. Pemerintah berharap lonjakan mobilitas berkontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga.
Kami berharap BINA Holiday & Back to School dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia. Sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target perjalanan wisatawan nusantara sebesar 1,176 miliar perjalanan dan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 hingga 17 juta.
— Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa
Wakil Menteri Pariwisata menekankan bahwa libur sekolah adalah momentum strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata sekaligus perdagangan, UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif di daerah.
Stimulus transportasi dan insentif pajak
Pemerintah menyiapkan stimulus untuk memfasilitasi mobilitas dan mendorong transaksi selama program.
- Diskon tarif kereta api
- Subsidi angkutan laut oleh PT Pelni dan layanan penyeberangan ASDP
- Anggaran stimulus transportasi sebesar Rp190,5 miliar yang ditargetkan menjangkau lebih dari tiga juta penerima manfaat
- Insentif PPN DTP 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada periode 24 Juni–5 Juli 2026
Wamenperdagangan menyatakan optimisme bahwa program ini dapat mencatat transaksi hingga Rp30 triliun, mengacu pada capaian program sebelumnya yang melampaui target.
Kampanye dan aktivitas pariwisata
Kementerian Pariwisata mengusung kampanye "Liburan Cara Baru" yang mengajak keluarga menjelajah destinasi dalam negeri. Rangkaian kegiatan meliputi wisata edukasi, perjalanan darat antarkota, desa wisata, wisata budaya, dan wisata kuliner.
Melalui sinergi antara promosi belanja, aktivasi keluarga, dan dukungan stimulus, pemerintah menargetkan dampak ekonomi yang lebih merata ke berbagai daerah. Ke depan, evaluasi program akan menjadi acuan untuk penyusunan kebijakan liburan dan stimulus berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Beasiswa BPDDI 2026 Dibuka, Dosen Berkesempatan Kuliah S3 Gratis
Kemdiktisaintek membuka Beasiswa BPDDI 2026 untuk dosen perguruan tinggi, menyediakan dana hidup, transporta...
15 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di JFC 2026 dengan Karya Daur Ulang
15 siswa Sekolah Rakyat Jember tampil di JFC 2026 (24–26 Juli) memamerkan kostum daur ulang dan mengasah kre...
Uskup Asia Puji Masjid Istiqlal sebagai Simbol Persaudaraan
Kardinal dan uskup FABC menutup Sidang Pleno ke-12 dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, simbol persaudaraan l...
Delegasi FABC Kagumi Masjid Istiqlal: Simbol Persaudaraan
Penutupan FABC ke-12 berakhir dengan kunjungan 154 delegasi ke Masjid Istiqlal, menegaskan persaudaraan dan...
Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Menlu Sugiono mendorong revitalisasi ARF agar lebih responsif terhadap tantangan keamanan kawasan dan menged...
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung
MUI mengusulkan zakat diakui sebagai tax credit (pengurang pajak langsung) untuk mencegah beban ganda dan me...