Erlangga Luncurkan Next Gen Choice untuk SD dan SMP
Penerbit Erlangga meluncurkan seri buku Next Gen Choice pada Selasa, 9 Juni 2026, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta. Produk ini ditujukan untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka dan meningkatkan daya saing murid Indonesia di tingkat global melalui materi Matematika dan Sains berbahasa Inggris.
Peluncuran dan cakupan buku
Buku Next Gen Choice diterbitkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Materi tersedia untuk Matematika dan Sains, lengkap dari kelas 1 sampai 6 SD serta kelas 7 sampai 9 SMP.
Direktur Produk Penerbit Erlangga, Ch. Eny Wijayanti, menyampaikan bahwa penerbit merilis seri ini pada 2026 untuk menjawab kebutuhan kompetensi global siswa Indonesia.
Pendekatan pembelajaran dan fitur digital
Produk ini mengedepankan pembelajaran kontekstual yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, penerbit mengintegrasikan teknologi berupa fitur pindai QR Code untuk mempermudah visualisasi dan akses materi digital.
Menurut pihak akademik, pendekatan ini memberi ruang aman bagi guru dan siswa untuk bereksperimen tanpa takut salah, karena panduan tertulis membantu proses pembelajaran.
Visi pendidikan dan tujuan penerbit
Eny Wijayanti menjelaskan visi penerbit dalam menerbitkan seri ini: bermitra untuk memajukan kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing secara internasional.
"Dua hal utama yang mendasari mengapa kami menerbitkan buku Next Gen Series ini, yang pertama adalah visi kami, visi Penerbit Erlangga, bahwa kami ingin bermitra dengan pihak-pihak yang ingin, yang berupaya untuk memajukan kompetensi sumber daya manusia agar bisa bersaing di dunia global, bersaing di negara luar sana, gitu. Untuk memajukan ilmu pengetahuan," ujar Eny.
Respons dari praktisi pendidikan dan orang tua
Fransiska Susilawati, Direktur Akademik Sekolah Bogor Raya dan penulis materi NGC jenjang SD, menilai Matematika dan Sains sebagai "platform" yang aman bagi proses pembelajaran.
"Harapan kami penulis buku NGC ini adalah sebenarnya pertama, membantu sekolah dan membantu guru untuk mengejawantahkan dan mengartikulasikan impian besar dari kurikulum, khususnya ya, yang kemudian kita kenal dengan Kurikulum Merdeka. Karena mungkin kita juga harus paham betul Indonesia ini heterogen sekali," kata Fransiska Susilawati.
"In this case, in this context, Science and Mathematics are chosen to be the platform to give a safe place, not only for students but also for teachers (Dalam hal ini, dalam konteks ini, Sains dan Matematika dipilih sebagai platform untuk memberikan tempat yang aman, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi guru-red). Jadi mereka juga aman, enggak takut salah, karena mereka ngikutin apa yang sudah dituliskan di buku," ucap Fransiska.
Head Teacher BINUS School Serpong, Fredy Sestywan, menambahkan bahwa materi dibuat kontekstual agar lebih relevan dengan pengalaman anak.
"Ya, kalau kita lihat dari fitur-fitur, buku NGC ini... bagi buku NGC ini kan memang dirancang oleh kami para penulis supaya pembelajaran itu lebih bersifat kontekstual. Jadi lekat dengan kehidupan anak sehari-hari, seperti itu," kata Fredy Sestywan.
Tokoh publik Becky Tumewu memberi apresiasi dari sudut pandang orang tua atas kejernihan instruksi dan relevansi konten.
"Jadi, saya melihat buku ini dan dari POV orang tua, I'm very happy because the book is so clear (Saya sangat senang karena buku ini sangat jelas-red), ya. Benar yang dikatakan Pak Fredy tadi, ya, semuanya tuh ada di sini," ujar Becky Tumewu.
Pendampingan dan implikasi ke depan
Penerbit berkomitmen melakukan pendampingan kepada tenaga pendidik agar penggunaan buku berjalan efektif. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan ekosistem belajar yang aman dan mendukung peningkatan kompetensi siswa di era global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Beasiswa BPDDI 2026 Dibuka, Dosen Berkesempatan Kuliah S3 Gratis
Kemdiktisaintek membuka Beasiswa BPDDI 2026 untuk dosen perguruan tinggi, menyediakan dana hidup, transporta...
15 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di JFC 2026 dengan Karya Daur Ulang
15 siswa Sekolah Rakyat Jember tampil di JFC 2026 (24–26 Juli) memamerkan kostum daur ulang dan mengasah kre...
Uskup Asia Puji Masjid Istiqlal sebagai Simbol Persaudaraan
Kardinal dan uskup FABC menutup Sidang Pleno ke-12 dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, simbol persaudaraan l...
Delegasi FABC Kagumi Masjid Istiqlal: Simbol Persaudaraan
Penutupan FABC ke-12 berakhir dengan kunjungan 154 delegasi ke Masjid Istiqlal, menegaskan persaudaraan dan...
Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Menlu Sugiono mendorong revitalisasi ARF agar lebih responsif terhadap tantangan keamanan kawasan dan menged...
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung
MUI mengusulkan zakat diakui sebagai tax credit (pengurang pajak langsung) untuk mencegah beban ganda dan me...