Hadapi El Nino 2026, Kemenhut dan Polri Perkuat Kolaborasi
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kerja sama dengan Polri untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang El Nino 2026. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Mabes Polri, Jumat, 31 Juli 2026. Rapat dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dan dihadiri unsur kementerian/lembaga serta jajaran Polri pusat hingga daerah. Langkah ini diambil menyusul prediksi BMKG tentang musim kemarau yang datang lebih awal, lebih lama, dan lebih kering.
Sinergi antarlembaga diperkuat
Rapat mempertemukan perwakilan Kemenhut, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan Basarnas. Menurut Rohmat, sinergi lintas lembaga terbukti efektif menekan luas karhutla pada siklus El Nino sebelumnya. Oleh karena itu, kolaborasi akan ditingkatkan sebagai langkah prioritas pencegahan.
“Kemenhut mengingatkan potensi peningkatan risiko karhutla setelah BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal. Dan berlangsung lebih lama, dan lebih kering,”
Data historis kebakaran
Rohmat menyebutkan tren penurunan luas kebakaran pada siklus El Nino terakhir sebagai bukti efektivitas langkah bersama. Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan penurunan signifikan dari 2015 ke 2023.
| Tahun | Luas Kebakaran (hektare) |
|---|---|
| 2015 | 2,61 juta |
| 2019 | 1,64 juta |
| 2023 | 1,16 juta |
Langkah mitigasi Polri dan tindak lanjut
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan rapat ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dari rapat terbatas 28 Juli 2026. Polri memperkuat mitigasi melalui patroli terpadu, deteksi dini, peningkatan kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi multisektor.
“Polri telah memperkuat langkah mitigasi melalui patroli terpadu, deteksi dini, peningkatan kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi. Serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan TNI,”
Dedi menegaskan koordinasi antarsektor akan terus diperkuat agar kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan optimal. Fokusnya meliputi pencegahan, penanganan kebakaran, penegakan hukum, dan pemulihan pascabencana.
Implikasi dan prospek
Dengan prediksi musim kemarau yang lebih panjang, upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibanding penanganan setelah kebakaran meluas. Pemerintah pusat dan aparat di daerah diharapkan mempertahankan "satu komando" dalam pelaksanaan mitigasi untuk melindungi hutan, masyarakat, dan aset nasional.
Rapat ini menegaskan bahwa kesiapan lintas lembaga menjadi kunci menekan risiko karhutla selama siklus El Nino 2026-2027.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
APP Group Dorong Transfer Pengetahuan Antar Generasi Pekerja
APP Group mendorong transfer pengetahuan dari karyawan senior ke generasi muda melalui Long Service Award 20...
Kemenperin Dorong IKM Fesyen Baca Pasar lewat Design Canvas
Kemenperin mendorong IKM fesyen gunakan Design Canvas & Maker untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan kons...
Basarnas Ungkap Risiko Penyelaman KM Virgo: Gelap & Kontaminasi
Basarnas sebut penyelaman di kecelakaan KM Virgo berisiko tinggi: visibilitas rendah, debris, kontaminasi, d...
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...