Gresik Kirim Ekspor Rajungan ke AS, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Gresik — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas ekspor satu kontainer rajungan menuju Amerika Serikat di CV Kudatama Mas, Kawasan Industri Gresik, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi buah sinergi antara Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan kawasan transmigrasi.
Tujuan ekspor dan angka pengiriman
Ekspor perdana tersebut menargetkan pasar Amerika Serikat sebagai tujuan utama. Menurut Wakil Menteri, pengiriman dilakukan rutin dua kali setiap bulan dengan kapasitas satu kontainer sekitar 16 ton.
Nilai setiap kontainer mencapai sekitar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar, sehingga rantai nilai ekspor memberi kontribusi ekonomi signifikan bagi pelaku di hulu dan hilir.
"Rajungan menjadi salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi. Melalui kemitraan dengan Aruna, hasil tangkapan nelayan dapat masuk ke pasar ekspor dan memberikan nilai tambah yang lebih besar,"
Sumber bahan baku dan proses pengolahan
Bahan baku rajungan dipasok dari beberapa wilayah pesisir dan kawasan transmigrasi, lalu diolah di Gresik sebelum diekspor. Daerah pemasok meliputi:
- Sorong (Papua)
- Maluku dan Maluku Utara
- Pasangkayu (Sulawesi Barat)
- Kawasan pesisir Gresik dan Lamongan
Pengolahan di Gresik bersifat padat karya dan mengandalkan keterampilan tenaga kerja lokal sehingga menyerap lapangan kerja.
Dukungan pemerintah daerah dan peningkatan SDM
Bupati Fandi Akhmad Yani menilai posisi Gresik sebagai kawasan industri strategis memudahkan penghubungan antara sentra produksi dan pasar ekspor. Ia berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja.
"Kami siap memfasilitasi pelatihan tenaga kerja yang tersertifikasi agar peningkatan kualitas SDM menjadi investasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha,"
Selain pelatihan, Pemkab menilai perluasan hilirisasi komoditas lain juga layak diupayakan untuk meningkatkan nilai tambah daerah.
"Hari ini rajungan menjadi contoh sukses. Ke depan komoditas seperti kakao maupun kopra juga berpeluang diolah di Gresik sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi,"
Dampak ekonomi dan prospek ke depan
Wakil Menteri menegaskan arahan pengembangan kawasan transmigrasi diarahkan memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi produk unggulan sesuai potensi daerah. Permintaan rajungan dari Amerika Serikat masih tinggi dan membuka peluang peningkatan volume ekspor.
Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan platform pemasaran diharapkan memperluas manfaat bagi nelayan dan tenaga kerja di kawasan transmigrasi. Ke depan, skala pengiriman diharapkan meningkat dari satu kontainer menjadi beberapa kontainer per pengiriman.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPR Minta Pengusutan Tuntas Kekerasan Ibu terhadap Anak di Pamekasan
DPR minta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan ibu terhadap anak di Pademawu, Pamekasan, termasuk pemeriks...
PDI Perjuangan: Perubahan APBD Sumenep Harus Pro Rakyat
Fraksi PDI Perjuangan minta Perubahan APBD Sumenep 2026 tetap berpihak pada rakyat meski PAD naik dan belanj...
Surabaya Minta Perlindungan untuk Pedagang Pasar Tradisional
DPRD Surabaya dan APPSI minta pemerintah lindungi pedagang pasar tradisional dari tekanan pasar modern, dari...
DPRD Jember Minta Pangkas Anggaran Rp2,8 Miliar untuk Stiker Bantuan
DPRD Jember minta Pemkab memangkas anggaran Rp2,8 miliar untuk stiker bantuan dan mengusulkan satu jenis sti...
Jaranan Hiasi Peringatan Kemerdekaan di Trenggalek
Ribuan warga menyaksikan pagelaran jaranan di halaman DPC PDI Perjuangan Trenggalek, 17 Agustus 2026, sebaga...
ASN Banyuwangi Berbagi daftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS
ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan pada 17 Agustus 2026 untu...