Pemerintah Percepat Ekosistem Kebandarudaraan Dorong Konektivitas
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah mempercepat perbaikan ekosistem kebandarudaraan untuk mendorong konektivitas antardaerah. Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. Targetnya, peningkatan kinerja khususnya pada 36 Bandara Internasional untuk mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Target ambisius dan fokus 36 bandara
AHY menyampaikan pemerintah menargetkan transformasi kebandarudaraan yang terkoordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan operator bandara. Ia menegaskan salah satu sasaran jangka menengah adalah menempatkan bandara-bandara utama Indonesia di jajaran dunia.
"Untuk meningkatkan dan memperkuat konektivitas ke berbagai wilayah dengan membenahi ekosistem kebandarudaraan, kami punya target ambisius. Indonesia punya potensi besar, memajukan Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk bisa tembus 10 besar terbaik di dunia,"
Menurut AHY, percepatan kinerja bandara akan memperpendek waktu tempuh dan mempermudah pergerakan orang serta barang antarwilayah, sehingga pemerataan ekonomi lebih cepat tercapai.
Dukungan lintas kementerian dan pemangku kepentingan
Rapat koordinasi menghadirkan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian ATR/BPN, serta pihak terkait seperti Angkasa Pura. Pendekatan lintas sektor dianggap penting untuk menyelaraskan kebijakan tata ruang, investasi, dan regulasi operasional bandara.
AHY mengatakan percepatan ini tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tata kelola layanan, imigrasi, dan manajemen aksesibilitas.
Dampak pada pariwisata dan ekonomi lokal
Menko menyebut Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali sebagai contoh destinasi yang dominan menarik wisatawan mancanegara. Konektivitas yang baik dinilai krusial untuk mempertahankan arus kunjungan tersebut.
Kementerian Pariwisata akan mendorong pengembangan destinasi prioritas, termasuk Danau Toba, untuk menarik wisatawan. Dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif juga diperlukan untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di kawasan wisata.
"Untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata memerlukan dukungan sarana terkait perhubungan, khususnya kualitas dan kuantitas bandara,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang menekankan pentingnya konektivitas menyeluruh untuk mencapai target kunjungan domestik dan mancanegara.
Langkah selanjutnya dan target 2029
Pemerintah menargetkan kebandarudaraan Indonesia dapat bersaing di tingkat global pada 2029, termasuk upaya peningkatan peringkat Bandara Internasional Soekarno Hatta. Langkah implementasi meliputi perbaikan layanan imigrasi, pengelolaan kemacetan, kebersihan lingkungan, dan koordinasi regulasi antar instansi.
Perbaikan ekosistem ini diharapkan mendorong konektivitas yang lebih baik, memperkuat pariwisata, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di berbagai destinasi di seluruh Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bakom Bantah Istana Kondisikan Aksi Mahasiswa soal MBG
Bakom bantah tudingan Istana mengkondisikan aksi mahasiswa yang mengkritik program MBG; pemerintah tegaskan...
MenPPPA Minta Penanganan Menyeluruh untuk 3 PMI Korban Kekerasan
MenPPPA mendorong penanganan menyeluruh bagi tiga PMI Aceh korban kekerasan di Johor Bahru, termasuk perlind...
Usulan Gaji Guru Rp30 Juta, DPR: Perlu Kajian Anggaran
Komisi X DPR menyambut usulan gaji guru Rp30 juta namun mengingatkan perlunya kajian teknis dan fiskal menye...
KAI: 88% Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Akibat Menerobos
KAI catat 134 kecelakaan di perlintasan sebidang hingga 22 Juni 2026; 88% akibat pengendara menerobos palang...
BKKBN Dorong Intervensi Langsung untuk Percepatan Penurunan Stunting
BKKBN mendorong intervensi langsung ke keluarga risiko stunting lewat pendampingan TPK, bantuan rumah, dan p...
BNPB: Kekeringan Dominasi Wilayah, Ribuan KK Terdampak
BNPB: Kekeringan masih dominan pada 24–25 Juni 2026, ribuan KK terdampak dan pemerintah daerah menyalurkan b...