Nasional

Basarnas Siap Kirim Tim SAR Jika Diminta untuk Bantu Korban Gempa Venezuela

Bagikan:
Tim SAR Basarnas siap diberangkatkan untuk bantuan internasional

Basarnas menyatakan siap mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela jika pemerintah pusat memberikan izin resmi, menyusul status darurat nasional pascagempa kuat di negara itu pada akhir Juni 2026.

Siap dikerahkan bila ada keputusan pemerintah

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, memastikan kesiapan pengiriman personel. Langkah itu akan dilakukan hanya setelah ada permintaan resmi dari pemerintah Indonesia.

"Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat,"

Edy mengonfirmasi pernyataan tersebut di Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026. Hingga kini, belum ada permintaan bantuan resmi yang masuk ke Basarnas.

Siapa INASAR dan pengalaman internasionalnya

Indonesia memiliki tim pertolongan internasional bernama INASAR yang beranggotakan personel Basarnas. Tim ini tercatat sebagai bagian dari INSARAG dan bersertifikat medium class.

Edy menyebut INASAR sudah menangani bencana gempa di beberapa negara, termasuk Myanmar dan Turki. Pengalaman itu menjadi dasar kesiapan teknis jika operasi diminta oleh pemerintah.

Koordinasi diplomatik dan perlindungan WNI

Basarnas masih menunggu langkah diplomatik dari Venezuela melalui jalur kedutaan untuk mengajukan bantuan. Selain itu, pihak Basarnas berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brasil terkait kemungkinan adanya warga negara Indonesia terdampak.

"Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada WNI yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut,"

Hingga pelaporan ini disusun, Basarnas menyatakan belum memperoleh informasi soal WNI terdampak maupun permintaan operasi SAR dari otoritas Venezuela.

Kondisi darurat di Venezuela

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat dua gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu waktu setempat. Pusat gempa tercatat sekitar 16 kilometer dari Kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.

Guncangan menyebabkan kerusakan luas dan mendorong pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional. Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez melaporkan penutupan total bandara utama Maiquetia karena kerusakan parah.

Beberapa wilayah terdampak berat termasuk Caracas, Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon. Pemerintah setempat terus melakukan pencatatan korban dan upaya pemulihan darurat.

Basarnas menegaskan kesiapan teknis dan logistiknya, namun penentuan pengiriman tim akan bergantung pada keputusan resmi pemerintah dan permintaan bantuan dari pihak Venezuela.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait