BNPB: Kekeringan Dominasi Wilayah, Ribuan KK Terdampak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kekeringan masih mendominasi sejumlah wilayah di Indonesia pada 24–25 Juni 2026. Ribuan kepala keluarga terdampak, sementara pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih dan memperkuat mitigasi menjelang puncak musim kemarau.
Situasi dan dampak
Kekeringan tercatat terjadi di beberapa kabupaten. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tercatat 42 kepala keluarga atau 125 jiwa terdampak di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro. BPBD setempat sudah mendistribusikan bantuan air.
Di Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Barat menyumbang jumlah terdampak yang jauh lebih besar. Ribuan KK tersebar di beberapa desa, antara lain:
- Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong: 1.357 KK
- Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar: 306 KK
- Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung: 500 KK
- Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung: 718 KK
- Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan: 630 KK
- Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar: 734 KK
Upaya penanganan darurat
BPBD Kabupaten Lombok Barat segera mengerahkan armada untuk merespons. Mereka menurunkan empat unit mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Operasi difokuskan ke wilayah yang paling membutuhkan, khususnya Kecamatan Kuripan.
Selain armada tangki, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM Giri Menang Mataram, serta pihak swasta. Tujuannya adalah menambah kapasitas distribusi dan pasokan air bersih secara cepat.
Imbauan BNPB dan langkah mitigasi
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengingatkan pentingnya kesiagaan. Ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang masih dapat terjadi seiring memasuki musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi. Fokusnya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak terpenuhi sampai musim kemarau mereda.
Sebagai catatan, selain kekeringan, BNPB juga melaporkan kejadian bencana lain pada periode yang sama, seperti tanah longsor, banjir rob, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan dan koordinasi lintas lembaga dinilai krusial untuk mengurangi dampak lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bakom Bantah Istana Kondisikan Aksi Mahasiswa soal MBG
Bakom bantah tudingan Istana mengkondisikan aksi mahasiswa yang mengkritik program MBG; pemerintah tegaskan...
MenPPPA Minta Penanganan Menyeluruh untuk 3 PMI Korban Kekerasan
MenPPPA mendorong penanganan menyeluruh bagi tiga PMI Aceh korban kekerasan di Johor Bahru, termasuk perlind...
Usulan Gaji Guru Rp30 Juta, DPR: Perlu Kajian Anggaran
Komisi X DPR menyambut usulan gaji guru Rp30 juta namun mengingatkan perlunya kajian teknis dan fiskal menye...
KAI: 88% Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Akibat Menerobos
KAI catat 134 kecelakaan di perlintasan sebidang hingga 22 Juni 2026; 88% akibat pengendara menerobos palang...
BKKBN Dorong Intervensi Langsung untuk Percepatan Penurunan Stunting
BKKBN mendorong intervensi langsung ke keluarga risiko stunting lewat pendampingan TPK, bantuan rumah, dan p...
DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyekapan di Bandung
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati mendesak polisi mengusut tuntas kasus penyekapan YTR di Bandung, sambil menekan...