Bakom Bantah Istana Kondisikan Aksi Mahasiswa soal MBG
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI membantah tudingan adanya pengkondisian aksi penyampaian pendapat oleh Istana terhadap kelompok mahasiswa yang mengkritik program makan bergizi gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Plt. Deputi Kemitraan dan Hubungan Media Bakom, Kurnia Ramadhana, saat ditemui di Kantor Bakom RI, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. Bakom menegaskan pemerintah menghormati hak menyampaikan pendapat dan akan mendengarkan masukan dari berbagai pihak.
Pernyataan resmi Bakom
Kurnia Ramadhana menolak klaim adanya pengkondisian yang menautkan Istana dengan agenda aksi dukungan terhadap MBG. Ia menilai tuduhan itu tidak berdasar dan menegaskan independensi penyampaian pendapat di ruang publik.
"Terkait dengan dugaan ada pengondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG. Saya rasa itu tidak benar,"
Kurnia menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di kantor Bakom pada 25 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa semua aspirasi — baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan pemerintah — punya tempat dalam proses demokrasi.
Hak menyampaikan pendapat menurut Bakom
Bakom menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat diatur oleh perundang-undangan di Indonesia. Kurnia menggarisbawahi pentingnya kebebasan berekspresi sebagai bagian dari mekanisme pemerintahan yang responsif.
"Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, siapapun boleh menyatakan pendapat. Baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan pemerintah maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah,"
Dengan demikian, pemerintah menegaskan akan menerima aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat tanpa melakukan intervensi yang mengarahkan pesan aksi.
Tanggapan soal kritik terhadap program MBG
Sejumlah mahasiswa beberapa waktu lalu melakukan aksi yang memuat penolakan terhadap program makan bergizi gratis. Menanggapi itu, Bakom menyatakan pemerintah tengah fokus memperbaiki tata kelola program sebagai respons atas berbagai masukan dan evaluasi.
"Pada intinya yang saat ini sedang pemerintah lakukan adalah berusaha berbenah diri dalam hal program makan bergizi gratis. Sembari itu juga perbaikan-perbaikan sembari dilakukan oleh pimpinan BGN yang baru,"
Keterangan Bakom menunjukkan bahwa perbaikan manajemen adalah prioritas sambil menjaga keterbukaan terhadap kritik yang konstruktif.
Implikasi dan langkah ke depan
Kebijakan Bakom menegaskan dua hal: pertama, pemerintah menolak tudingan adanya pengkondisian terhadap aksi mahasiswa; kedua, pemerintah siap menerima kritik dan melakukan perbaikan tata kelola terkait program MBG. Pernyataan ini juga mengingatkan pentingnya dialog terbuka antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah untuk memperbaiki pelaksanaan program prioritas nasional.
Ke depan, publik dapat mengharapkan proses evaluasi dan perbaikan lanjutan pada program MBG, sambil mempertahankan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara bebas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...