Presiden Serahkan Alat Drumben untuk Siswa Viral di Sukabumi
Presiden Prabowo Subianto memberikan seperangkat alat drumben kepada SDN Tegalega, Kabupaten Sukabumi, setelah video siswa yang berlatih menggunakan peralatan dari barang bekas viral di media sosial. Bantuan diserahkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kreativitas dan semangat belajar siswa, demikian keterangan resmi yang diterima sekolah pada Kamis, 25 Juni 2026.
Penyerahan bantuan dan tujuan
Bantuan alat drumben diberikan untuk memperkuat sarana pembelajaran seni musik di sekolah. Kepala Sekolah SDN Tegalega, Usep Suwardi, menyatakan bantuan itu sangat dibutuhkan demi kelancaran program pendidikan di sekolahnya.
“Terima kasih untuk Bapak Presiden maupun unsur instansi terkait. Di mana sekolah kami memang sangat membutuhkan sarana prasarana demi kelancaran dan suksesnya program pendidikan,”
Usep juga menegaskan pihak sekolah akan menjaga alat tersebut sebagai aset sekolah agar dapat dimanfaatkan oleh generasi siswa berikutnya.
Kronologi viral: dari barang bekas ke panggung publik
Video yang beredar menunjukkan siswa SDN Tegalega memakai instrumen dari kaleng dan wadah plastik untuk latihan drumben dan marching band. Awalnya kegiatan itu merupakan ide sederhana untuk memeriahkan acara kenaikan kelas di sekolah.
Walau menggunakan bahan bekas, para siswa menampilkan pertunjukan yang rapi dan penuh semangat. Penampilan ini akhirnya menarik perhatian publik setelah rekaman latihan diposting di media sosial dan menjadi viral.
Reaksi siswa dan harapan sekolah
Salah seorang anggota tim drumben, Mita, siswa kelas IV, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas bantuan dari Presiden. Ia berharap Presiden selalu diberi kesehatan dan rezeki.
“Terima kasih Bapak Presiden. Semoga-moga Pak Presiden sehat selalu banyak rezekinya,”
Usep menambahkan bahwa alat baru itu akan dipelihara dan digunakan untuk pengembangan bakat siswa dalam jangka panjang.
Makna dan implikasi
Bantuan ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak, meski lahir dari keterbatasan, mendapat perhatian dari negara. Pemerintah memberi ruang bagi pengembangan bakat, karakter, dan kreativitas generasi muda melalui dukungan sarana prasarana.
Ke depan, sekolah berharap dukungan serupa dapat memperluas akses pendidikan seni di daerah-daerah lain, sehingga lebih banyak anak dapat berkembang tanpa terbentur keterbatasan fasilitas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...
FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
FEB UIN Jakarta mempercepat persiapan akreditasi AACSB dengan inovasi S3 Perbankan Syariah dan target pening...