DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyekapan di Bandung
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 25 Juni 2026, menyusul penangkapan tersangka berinisial TH pada Selasa malam, 23 Juni, oleh jajaran Polda Jawa Barat.
Desakan DPR dan tuntutan penegakan hukum
Sari menekankan penyelidikan harus mengungkap seluruh rangkaian peristiwa. Ia meminta aparat memeriksa kemungkinan keterlibatan pihak lain dan memproses setiap pelaku sesuai ketentuan hukum.
"Pelaku utama maupun pihak-pihak yang diduga terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan. Termasuk melalui penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan ketentuan relevan dalam KUHP,"
Menurutnya, penegakan hukum yang tegas penting untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan memberikan efek jera.
Penangkapan tersangka dan jejak digital
Polda Jawa Barat menangkap tersangka yang diidentifikasi sebagai Taufik Hidayat (inisial TH) di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Penangkapan dilakukan setelah penyidik menemukan petunjuk dari aktivitas transaksi daring pelaku.
"Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kami,"
Tim kepolisian menelusuri jejak tersebut hingga berhasil menangkap TH pada Selasa malam. Penangkapan ini diapresiasi oleh Sari sebagai hasil kerja aparat yang didukung kepedulian masyarakat.
Pemulihan korban dan dukungan layanan
Selain penanganan hukum, Sari menyoroti hak korban atas perlindungan dan pemulihan. Ia menegaskan korban harus mendapat layanan komprehensif, dari pendampingan psikologis hingga bantuan hukum.
"Korban harus mendapatkan perlindungan maksimal, pendampingan psikologis, layanan kesehatan, bantuan hukum. Serta pemulihan trauma yang berkelanjutan,"
Pemulihan trauma jangka panjang dianggap penting untuk mengembalikan kualitas hidup korban dan mencegah dampak psikososial lebih luas.
Peran masyarakat dan langkah ke depan
Sari mengajak memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Menurutnya, empati publik dan pengawasan komunitas membantu proses hukum dan pencegahan kekerasan di masa depan.
Kasus ini akan terus dipantau publik seiring proses penyidikan dan langkah penanganan korban. Penegakan hukum yang transparan dan pemulihan korban menjadi fokus utama agar rasa aman dan keadilan dapat terwujud.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...