Pemerintah Target 1,18 Miliar Wisatawan Nusantara pada 2026
Kementerian Pariwisata menargetkan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,18 miliar perjalanan sepanjang 2026. Target itu disiapkan melalui aktivasi promosi, termasuk kampanye Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja yang dipacu pada momen libur sekolah, Lebaran, dan akhir tahun.
Target, alasan, dan capaian awal
Target 1,18 miliar perjalanan ditetapkan untuk mendorong mobilitas domestik dan memperkuat dampak ekonomi di daerah. Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, menyampaikan rincian target ini dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Nia Niscaya mengatakan target kita tentu ingin mencapai target pergerakan wisatawan nusantara di tahun ini adalah 1,18 miliar pergerakan
Data sementara menunjukkan pergerakan wisatawan nusantara pada Januari-April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan, naik 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemenpar membagi target tahunan berdasarkan puncak perjalanan masyarakat: Lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun.
Kampanye promosi: Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja
Kementerian mengintensifkan kampanye Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja untuk menarik perhatian warga pada momen liburan. Aktivitas promosi diarahkan pada periode puncak perjalanan dan menekankan pilihan wisata domestik yang aman dan menyenangkan.
Indikator keberhasilan dan pengukuran
Kemenpar menetapkan beberapa indikator untuk mengukur efektivitas kampanye. Indikator tersebut meliputi jumlah perjalanan yang terwujud, nilai transaksi ekonomi, serta jangkauan publikasi dan eksposur kampanye ke masyarakat.
- Jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan selama kampanye
- Nilai transaksi ekonomi yang tercipta
- Jangkauan publikasi dan eksposur kampanye
Fokus pada kualitas pengalaman dan CHSE
Menurut Juru Bicara lainnya, Imam Priyono, keberhasilan juga dinilai dari kualitas pengalaman berwisata. Untuk itu Kemenpar melakukan kunjungan ke 139 titik destinasi guna memastikan penerapan aspek Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability atau CHSE.
Kita berharap indikator keberhasilannya tentu semua yang berwisata pulang dengan kenangan yang indah, menyenangkan, senang, dan seterusnya
Sebagai dukungan, Kemenpar menyiapkan modul CHSE dan panduan kebencanaan bagi pengelola destinasi. Langkah ini juga termasuk mitigasi untuk mendukung keamanan wisatawan selama periode liburan.
Dampak ekonomi dan prospek ke depan
Pemerintah berharap kampanye Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja tidak hanya meningkatkan mobilitas wisatawan domestik, tetapi juga memberikan efek berganda pada sektor pariwisata. Sektor yang diharapkan terdorong antara lain UMKM, kuliner, ritel, dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Dengan capaian awal pada kuartal pertama dan strategi yang terfokus pada periode puncak, Kemenpar optimistis target mobilitas wisatawan nusantara dapat mendukung pemulihan ekonomi daerah sepanjang 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...
Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas saat Audiensi dengan LEGO
Menkomdigi Meutya Hafid dorong penerapan PP Tunas dan persetujuan orang tua saat audiensi dengan LEGO untuk...
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...