Asep: BUMN Harus Tumbuh lewat Kualitas dan Daya Saing
Asep Wahyuwijaya, Anggota Komisi VI DPR RI, menegaskan BUMN mesti membangun daya saing melalui kualitas layanan, profesionalisme, dan tata kelola yang baik, bukan dengan mengandalkan fasilitas atau perlakuan istimewa. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) selaku induk Holding ID Survey, pada Kamis, 25 Juni 2026.
Kemandirian dan perbaikan sinergi
Asep mengatakan kebijakan streamlining bertujuan mengoreksi praktik sinergi yang berlebihan. Ia menilai sejumlah BUMN selama ini merambah bisnis di luar inti perusahaan atas nama sinergi, sehingga mengurangi ruang bagi pelaku swasta.
Menurut Asep, kondisi seperti itu berpotensi mempersempit ruang tumbuh usaha nasional. Oleh karena itu, semangat kemandirian yang didorong Presiden Prabowo Subianto harus menjadi landasan pengelolaan BUMN.
Dukungan pada ID Survey
Asep memberi dukungan kepada upaya BUMN untuk menjadi entitas mandiri dan fokus pada bisnis inti. Ia mengapresiasi kinerja keuangan ID Survey yang menunjukkan fondasi bisnis yang sehat.
"Bisnis ini basisnya adalah kualitas SDM. Yang dijual adalah talenta, kemampuan, kecerdasan, inovasi, dan keahlian yang dimiliki. Karena itu, kekuatan utama perusahaan terletak pada kualitas sumber daya manusianya,"
Strategi masuk 20 besar dunia
Politisi dari Dapil Jawa Barat V itu optimistis ID Survey bisa masuk jajaran 20 perusahaan survei dan sertifikasi terbesar di dunia. Ia menekankan pencapaian target membutuhkan perbaikan pada beberapa aspek kunci.
- Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
- Peningkatan mutu layanan
- Efisiensi operasional
- Harga yang kompetitif
- Penerapan good corporate governance secara konsisten
Asep juga mendorong perluasan pangsa pasar lewat peningkatan kapabilitas dan reputasi perusahaan. Ia menekankan pertumbuhan harus berasal dari kemampuan internal, bukan dari perlindungan khusus.
"Kita tentu ingin ID Survey terus tumbuh dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia. Tetapi pertumbuhan itu harus dibangun melalui kemampuan sendiri, kualitas layanan, dan kinerja yang unggul, bukan dengan budaya meminta perlakuan khusus. Ini soal mentalitas, karakter kelembagaan, dan semangat kemandirian yang harus kita bangun bersama,"
Implikasi kebijakan
Pernyataan Asep menempatkan fokus pada peningkatan kualitas SDM dan tata kelola sebagai jalan utama memperkuat BUMN. Jika dijalankan konsisten, pendekatan ini berpotensi mendorong persaingan sehat dan memberi ruang bagi swasta untuk berkembang.
Ke depan, penerapan streamlining dan penguatan kapabilitas internal akan menjadi penentu apakah BUMN, termasuk ID Survey, mampu bersaing di panggung global tanpa mengandalkan perlakuan istimewa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak
Polri raih rekor MURI lewat penanaman bawang putih serentak di 279,53 ha, melibatkan 59 Polres di 14 Polda,...
GMF Rampungkan Modernisasi Hercules C-130H A-1319
GMF menyelesaikan modernisasi Hercules C-130H A-1319, memperpanjang masa operasional hingga 20 tahun dan men...
Wapres Gibran Tinjau Gempa NTT, Libatkan Mahasiswa untuk Trauma Healing
Wapres Gibran bertolak ke NTT 20 Agustus 2026 untuk memantau penanganan gempa; mahasiswa dilibatkan dalam tr...
KAI Commuter Imbau Antisipasi Gangguan KRL Pasca Dua Insiden
KAI Commuter minta penumpang antisipasi gangguan KRL usai dua insiden yang menyebabkan keterlambatan pada 20...
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...