Politik

DPRD Trenggalek Dukung Pelestarian Keris lewat Srengatan Agung

Bagikan:
Acara Srengatan Agung Pusaka Parikesit di Desa Nglongsor, Trenggalek dengan peserta dan paguyuban keris

Trenggalek – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan dukungannya terhadap pelestarian keris sebagai bagian identitas budaya setempat. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Srengatan Agung Pusaka Parikesit di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, bertepatan dengan momentum Suran Agung pada Rabu (8/7/2026).

Dukungan resmi untuk pelestarian keris

Doding hadir dalam kegiatan yang digelar Paguyuban Parikesit untuk memperkuat eksistensi pusaka Nusantara di Trenggalek. Ia menyatakan pemerintah daerah dan wakil rakyat siap mendorong kelestarian tradisi melalui dukungan nyata.

Di Trenggalek ini banyak pelestari keris. Bahkan ternyata ada paguyubannya. Ini menunjukkan kekayaan budaya Trenggalek tidak kalah dengan daerah lain. Wakil rakyat hadir dalam setiap kegiatan, salah satunya budaya.

Keris sebagai bukti jejak peradaban

Doding menekankan bahwa keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan bukti jejak peradaban Nusantara yang hidup dan berkembang di Trenggalek. Ia mengingatkan bahwa pengakuan internasional terhadap pusaka ini turut memperkuat pentingnya pelestarian di tingkat lokal.

UNESCO mengakui keris sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 25 November 2005, sehingga upaya perlindungan dan pembelajaran menjadi penting untuk dilanjutkan.

Pelestarian lewat paguyuban dan praktik budaya

Pemerintah Kabupaten Trenggalek dinilai mendukung tumbuhnya paguyuban seni di berbagai kecamatan. Bentuk dukungan itu terlihat pada pembinaan paguyuban keris, tari, dan jaranan.

Kesenian jaranan misalnya, hampir setiap kecamatan dan desa memiliki paguyuban. Ini menjadi sinyal bahwa budaya di Trenggalek tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Sebagai contoh, Kecamatan Dongko disebut kuat menjaga tradisi leluhur. Selain banyak paguyuban jaranan Turangga Yaksa, masyarakat Dongko rutin menggelar tradisi baritan setiap malam 1 Sura sebagai doa bersama dan ungkapan syukur.

Kami mengapresiasi masyarakat Dongko yang masih memegang kuat warisan budaya leluhur. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hadirnya tokoh budaya dan organisasi

Srengatan Agung Pusaka Parikesit juga dihadiri para seniman, budayawan, dan sesepuh Trenggalek. Turut hadir Ketua Bidang Organisasi Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Santoso Adi Wibowo, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian keris dan budaya Nusantara.

Keberadaan paguyuban dan keterlibatan organisasi nasional menunjukkan upaya kolektif antara komunitas lokal dan jaringan pelestari untuk menjaga warisan budaya.

Penjagaan warisan seperti keris membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, komunitas budaya, dan pemerintah daerah. Dukungan politik dan program pembinaan dinilai krusial agar tradisi tetap hidup dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait