DPRD Malang Minta Edukasi LGBT Diperkuat, Percepat Raperda
MALANG — Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat edukasi dan sosialisasi terkait isu LGBT serta mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyakit Menular. Pernyataan itu disampaikan Rabu (8/7/2026) sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian publik pada isu tersebut dan kebutuhan pencegahan HIV/AIDS.
Dorongan untuk pendekatan edukatif
Amithya menilai pendekatan berbasis edukasi lebih efektif dibanding sekadar imbauan atau tindakan konfrontatif. Ia menekankan bahwa intervensi harus komprehensif dan terukur agar kebijakan tepat sasaran.
"Kalau hanya imbauan, saya kira tidak kuat," ujar Amithya.
Menurutnya, edukasi dan pemahaman masyarakat diperlukan untuk melihat faktor-faktor yang melatarbelakangi fenomena tersebut. Langkah ini diharapkan mengurangi stigma sekaligus mendukung upaya kesehatan publik.
Data HIV/AIDS di Kota Malang
Amithya mengaitkan penanganan isu LGBT dengan upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Dinas Kesehatan Kota Malang melaporkan kasus baru HIV pada periode Januari–Mei 2026 yang menjadi dasar dorongan kebijakan tersebut.
| Periode | Total Kasus Baru | Proporsi pada LSL |
|---|---|---|
| Januari–Mei 2026 | 97 kasus | Sekitar 30% (sekitar 29 kasus) |
Ia menekankan bahwa pengendalian HIV harus melibatkan pendekatan edukatif, promotif, dan preventif yang berkelanjutan, bukan hanya penanganan dampak setelah kasus muncul.
Percepatan Raperda Penyakit Menular
DPRD Kota Malang kini memasukkan Raperda tentang Penyakit Menular ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Amithya berharap regulasi itu segera dibahas agar menjadi dasar hukum bagi langkah pencegahan dan penanganan di daerah.
"Kami berharap pembahasan itu sesegera mungkin, bisa menjadi satu komponen yang membuat Pemkot Malang lebih konsen lagi pada masalah ini," kata Amithya.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan dorongan DPRD, pemerintahan kota diharapkan menyiapkan program edukasi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Penyusunan Raperda dan program edukasi yang matang akan menentukan efektivitas pencegahan HIV dan penanganan penyakit menular lainnya.
Sekolah, fasilitas kesehatan, dan lembaga masyarakat menjadi kunci pelaksanaan program. Pemantauan dan evaluasi berkala juga diperlukan agar intervensi dapat disesuaikan dengan dinamika di lapangan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Penari Remo Cilik Sampaikan Bunga dan Pesan pada Megawati
Tiga penari Remo cilik memberi buket dan menerima pesan Megawati agar generasi muda terus melestarikan buday...
PDI Perjuangan Jatim Perketat Pengawalan Program Kerakyatan dan Gaet Anak Muda
MH Said Abdullah minta PDI Perjuangan Jatim kawal program kerakyatan hingga penyaluran, serta buka ruang bag...
PDI Perjuangan Bojonegoro Lantik 1.108 Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro melantik 1.108 pengurus Ranting dan Anak Ranting pada 22 Agustus 2026, memperk...
Amin Thohari Soroti Penurunan APBD 2027 dan Dorong Kemandirian Pangan
Amin Thohari gelar reses di Desa Babad; sorotan pada penurunan APBD 2027, kemandirian pangan, dan perbaikan...
Ansari Dorong Penguatan Ruang Aman Perempuan di Pamekasan
Ansari mendorong penguatan ruang aman bagi perempuan di Pamekasan lewat dialog, edukasi, dan kolaborasi lint...
DPRD Dukung Perubahan Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dukung perubahan nama jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan untuk perkua...