Politik

PAC PDI Perjuangan Sukowono Pertahankan Tradisi Selawat

Bagikan:
Pengurus PAC Sukowono membaca selawat saat Musran sebagai tradisi partai

JEMBER — Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sukowono membuka setiap agenda konsolidasi partai dengan pembacaan selawat. Tradisi ini dilakukan di tingkat desa dan anak ranting sebagai upaya memperkuat hubungan organisasi dengan kultur keagamaan setempat.

Tradisi dan alasan

Ketua PAC Sukowono, Hengky Indra Jaya, mengatakan tradisi pembacaan selawat lahir dari kehidupan masyarakat yang erat dengan lingkungan pesantren dan nahdlatul ulama. Ia menegaskan kebiasaan itu sudah mendarah daging bagi warga setempat dan dianggap bagian dari identitas sosial.

Jadi kami tidak mungkin meninggalkan tradisi yang sudah kami jalankan sejak kecil dan sudah mendarah daging sebagai warga NU,

Rangkaian kegiatan kepartaian

Selain selawat, setiap agenda kepartaian diisi dengan kegiatan keagamaan lain. Rangkaian tersebut termasuk pengajian, pembacaan Yasin, dan santunan untuk anak yatim.

  • Pengajian rutin di setiap ranting.
  • Pembacaan Yasin bersama pengurus dan kader.
  • Santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Usai pelaksanaan Musyawarah Anak Ranting (Musran), seluruh pengurus ranting diarahkan menggelar pengajian mingguan. Keterlibatan pengurus perempuan juga diprioritaskan untuk memperkuat konsolidasi organisasi di akar rumput.

Dukungan organisasi dan target waktu

Hengky menyebut pendampingan dari pengampu wilayah dan anggota Fraksi PDI Perjuangan yang ditugaskan oleh DPC Jember turut memfasilitasi kelancaran Musran di tiap ranting. Dukungan ini mempercepat proses pembentukan kepengurusan ranting.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember menargetkan seluruh Musran selesai pada Juli 2026. Target ini dimaksudkan agar hasil pembentukan pengurus ranting dapat segera dilaporkan ke DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sesuai jadwal.

Penerapan tradisi keagamaan dalam agenda partai di Sukowono menunjukkan strategi konsolidasi yang menggabungkan aspek organisasi dan kultural. Ke depan, langkah ini dipandang akan memperkuat jejaring partai di level desa dan ranting serta menjaga keterikatan dengan basis pemilih berbasis pesantren.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait