Ratusan Warga Medan Dukung Kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis
Medan, 19 Juni — Ratusan warga yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Jumat (19/6). Massa menuntut agar program MBG dilanjutkan dan tata kelolanya diperbaiki bila ditemukan persoalan.
Aksi, tuntutan, dan dukungan publik
Dalam aksi yang berlangsung tertib, massa menyerahkan sekitar 2.000 tanda tangan dukungan masyarakat Sumut kepada Pemerintah Provinsi untuk diteruskan ke tingkat pusat. Mereka menegaskan program itu penting bagi daerah terpencil dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi.
Ketua Lembaga Masyarakat Peduli MBG, H. Suratman, menyatakan program harus dipertahankan dan permasalahan ditangani dari sisi pengelolaan.
Program MBG masih dibutuhkan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat di pelosok-pelosok daerah. Kalau ada persoalan dalam pelaksanaannya, yang diperbaiki adalah pengelolaannya, bukan programnya yang dihentikan.
Kalau ada oknum di Badan Gizi Nasional yang tidak benar, harus ditelusuri. Kalau memang ada koruptor, tangkap. Tetapi program yang bermanfaat bagi masyarakat jangan dihentikan.
Dialog dengan Gubernur
Unjuk rasa itu mendapat respons langsung dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Gubernur menemui massa dan menerima perwakilan demonstran untuk berdialog di dalam kantor gubernur.
Perwakilan menyampaikan lima poin aspirasi terkait pelaksanaan Program MBG serta dukungan dari masyarakat Sumut agar keberlanjutan program menjadi perhatian pemerintah pusat dan kementerian terkait.
Peserta aksi memberi apresiasi atas kehadiran gubernur. Mereka menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjembatani aspirasi warga ke tingkat pusat.
Harapan dan langkah ke depan
Massa berharap aspirasi dan tanda tangan dukungan dapat diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia serta menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan program. Mereka menekankan evaluasi harus fokus pada perbaikan tata kelola, penindakan terhadap penyimpangan, dan pelestarian manfaat program bagi penerima.
Dialog yang berlangsung singkat namun terbuka di kantor gubernur diharapkan menjadi awal tindak lanjut antara pemerintah daerah dan pusat. Sejauh ini aspirasi diserahkan secara resmi dan massa membubarkan diri secara tertib setelah pertemuan.
Penyampaian aspirasi ini menempatkan keberlanjutan Makan Bergizi Gratis sebagai isu publik yang mendapat perhatian di tingkat provinsi, terutama untuk menjamin akses pangan bergizi bagi masyarakat rentan di wilayah terpencil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Aceh Lantik 228 PNS, 6 Lulusan IPDN Masuk ASN
Pemerintah Aceh melantik 228 PNS pada 6 Agustus di Banda Aceh; 6 di antaranya lulusan IPDN dan ditempatkan p...
Tia Ayu Ajak Hidupkan Gotong Royong dan Perkuat Pancasila di Medan
Tia Ayu ajak 500 warga Medan Marelan perkuat Pancasila dan hidupkan gotong royong untuk jaga persatuan dan l...
CFD Lapangan Merdeka Langsa Dipadati Ribuan, Hadir Gelar Pangan Murah
Ribuan warga memadati CFD Lapangan Merdeka Langsa, Minggu 9/8; acara jadi ruang olahraga, pusat UMKM, dan Ge...
PWI Samosir Kritisi Pembatasan Akses Wartawan di Festival Tao Toba
PWI Samosir menyoroti pembatasan akses wartawan saat Festival Tao Toba 2026 dan meminta mekanisme registrasi...
Rico Waas Janji Perbaiki Drainase dan Jalan di Medan Tembung
Wali Kota Medan Rico Waas mendengarkan keluhan warga Medan Tembung Sabtu malam dan menjanjikan perbaikan dra...
Satpolairud Langkat Bagikan Bendera ke Nelayan Sambut HUT RI-81
Satpolairud Polres Langkat membagikan Bendera Merah Putih kepada nelayan Babalan pada Sabtu (8/8) untuk meny...