Tia Ayu Ajak Hidupkan Gotong Royong dan Perkuat Pancasila di Medan
Medan — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, menyerukan penguatan persatuan dan pengaktifan kembali gotong royong dalam kehidupan warga. Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kapten Rahmad Buddin Gang Jagung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (9/8). Kegiatan dihadiri sekitar 500 peserta sebagai momentum mengingatkan pentingnya nilai kebangsaan.
Penguatan Pancasila dan wawasan kebangsaan
Kegiatan menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Tia menyatakan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar. Namun, perbedaan tidak boleh memecah persatuan masyarakat.
"Kita harus bersatu. Boleh berbeda pendapat, tetapi kita tidak boleh terpecah belah. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling menjauh, justru harus menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan dan daerah kita,"
Pembinaan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang toleransi, persatuan, dan tanggung jawab sosial. Materi acara mencakup penjelasan nilai Pancasila dan contoh implementasi keseharian.
Hidupkan kembali budaya gotong royong
Tia menyoroti bahwa gotong royong merupakan warisan budaya bangsa yang praktis. Ia mendorong warga untuk kembali bekerja bersama dalam menyelesaikan masalah lingkungan dan sosial di lingkungan mereka.
Menurutnya, aksi bersama lebih efektif daripada menunggu intervensi pemerintah semata. Gerakan sederhana, seperti kerja bakti, gotong royong kebersihan, dan saling bantu tetangga, dinilai bisa mendorong perubahan nyata.
Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan
Tia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan harus dibagi. Pemerintah punya peran, tetapi partisipasi warga sangat menentukan hasil. Ia mencontohkan bahwa bila warga kompak, banyak persoalan lingkungan dapat diatasi bersama.
"Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau masyarakat kompak dan mau bergotong royong, banyak persoalan di lingkungan yang bisa kita selesaikan bersama,"
Peserta kegiatan juga diajak berkomitmen pada tindakan nyata, bukan hanya memahami teori. Langkah-langkah praktis seperti penjadwalan kerja bakti dan pembentukan kelompok warga dimunculkan sebagai solusi awal.
Harapan dan implikasi
Tia berharap pembinaan ini tidak berhenti pada pemahaman formal. Nilai persatuan, toleransi, kepedulian, dan gotong royong harus terwujud dalam tindakan sehari-hari. Dengan kebersamaan, ia menilai lingkungan akan lebih aman, nyaman, dan harmonis.
"Harapannya, semangat persatuan dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman dan harmonis,"
Jika dijalankan konsisten, ajakan tersebut berpotensi memperkuat kohesi sosial dan memperbaiki kondisi lingkungan lokal di Medan Marelan dan sekitarnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Aceh Lantik 228 PNS, 6 Lulusan IPDN Masuk ASN
Pemerintah Aceh melantik 228 PNS pada 6 Agustus di Banda Aceh; 6 di antaranya lulusan IPDN dan ditempatkan p...
CFD Lapangan Merdeka Langsa Dipadati Ribuan, Hadir Gelar Pangan Murah
Ribuan warga memadati CFD Lapangan Merdeka Langsa, Minggu 9/8; acara jadi ruang olahraga, pusat UMKM, dan Ge...
PWI Samosir Kritisi Pembatasan Akses Wartawan di Festival Tao Toba
PWI Samosir menyoroti pembatasan akses wartawan saat Festival Tao Toba 2026 dan meminta mekanisme registrasi...
Rico Waas Janji Perbaiki Drainase dan Jalan di Medan Tembung
Wali Kota Medan Rico Waas mendengarkan keluhan warga Medan Tembung Sabtu malam dan menjanjikan perbaikan dra...
Satpolairud Langkat Bagikan Bendera ke Nelayan Sambut HUT RI-81
Satpolairud Polres Langkat membagikan Bendera Merah Putih kepada nelayan Babalan pada Sabtu (8/8) untuk meny...
Pramuka Kuta Baro Gelar Kemsama dan Pelantikan Pengurus 2026-2031
Pramuka Kwarran Kuta Baro menggelar Kemsama dan melantik pengurus 2026-2031 pada 7 Agustus 2026 untuk memper...