Bapanas Gunakan DTSEN Versi 3 untuk Salurkan Bantuan Pangan Jul–Sep 2026
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September 2026 akan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 yang dirilis BPS pada 10 Juli 2026. Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan, masing-masing menerima 10 kilogram beras setiap bulan selama tiga bulan tersebut.
Data dasar dan pemutakhiran DTSEN
Menurut Kepala BPS, pembaruan DTSEN versi 3 disusun dari pemutakhiran berbagai sumber data pemerintah dan survei BPS. Hasil akhir mencatat 290.125.073 record individu dan 95.980.577 record keluarga.
"Per 10 Juli 2026 kami mengeluarkan versi ketiga 2026 dimana berdasarkan hasil pemutakhiran ini DTSEN adalah berjumlah 290.125.073 record individu dan 95.980.577 record keluarga," ucap Amalia Adininggar Widyasanti.
BPS juga mencatat perubahan desil kesejahteraan pada 14.123.295 keluarga, yang menjadi dasar penyesuaian daftar penerima agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Sumber data yang digunakan antara lain:
- Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
- Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)
- Data jamaah haji dan mustahik Baznas
- Survei Susenas dan Sakernas
- Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
- Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
- Verifikasi Sekolah Rakyat dan data pemerintah daerah
Penyaluran bantuan dan program stabilisasi pangan
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan distribusi akan dilaksanakan oleh Bulog kepada 33,24 juta PBP dengan alokasi 10 kilogram beras per penerima setiap bulan pada Juli, Agustus, dan September 2026.
"Bahwa DTSEN yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pangan tersebut akan merujuk pada rilis terbaru BPS (DTSEN versi 3) yang telah disampaikan Kepala BPS pada hari ini," kata Nita Yulianis.
Selain itu, Bapanas melaporkan realisasi program stabilisasi pangan hingga 11 Juli 2026:
- Realisasi penyaluran beras SPHP: 457.000 ton (55,22% dari target 828.000 ton).
- Penyaluran bantuan pangan periode Februari–Maret kepada 33,2 juta KPM telah mencapai 99,70%, tiap penerima mendapat 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
- Gerakan Pangan Murah (GPM): telah dilaksanakan 5.884 kali di 38 provinsi dan 440 kabupaten/kota, dengan 272 kegiatan tambahan ditargetkan pada Juli.
- SPHP Jagung (untuk pakan): realisasi 74.123 ton atau 34,77% dari alokasi 213.200 ton.
"Pemerintah hadir melalui berbagai instrumen, mulai dari Gerakan Pangan Murah, SPHP beras, hingga bantuan pangan, untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan daya beli terjaga," ujar Andi Amran Sulaiman.
Pemutakhiran data dan partisipasi masyarakat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pemutakhiran data sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 untuk memastikan bantuan berdasarkan kondisi riil masyarakat. Ia mengingatkan data bersifat dinamis sehingga perlu konsolidasi.
"Data sangat dinamis antara pagi dan sore sudah berubah... diharapkan dengan konsolidasi data ini kita bisa membaca hal-hal yang ada di lapangan, sehingga kita tidak membantu keluarga-keluarga yang tidak memenuhi kriteria," kata Saifullah Yusuf.
Masyarakat dapat memperbarui data DTSEN melalui saluran berikut:
- Aplikasi Cek Bansos
- Call Center 171
- Kanall WhatsApp Lapor Bansos
Penutup
Dengan penggunaan DTSEN versi 3, pemerintah berharap penyaluran bantuan pangan lebih tepat sasaran dan program stabilisasi dapat menjaga pasokan serta daya beli masyarakat. Bapanas menegaskan sinergi pusat-daerah dan pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mencapai tujuan tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sertifikasi Rumah Gratis untuk MBR Capai 8 Juta Penerima Hingga 2028
Kementerian ATR/BPN dan PKP menggulirkan sertifikasi rumah gratis untuk MBR, menargetkan 8 juta penerima hin...
Pemerintah Siapkan Kota Satelit untuk Kurangi Backlog Perumahan
Pemerintah siapkan lahan kota satelit di sejumlah provinsi untuk mengurangi backlog perumahan; lokasi dan sk...
Adian Terima Buku Anotasi KUHAP dari Komisi III DPR
Adian Napitupulu menerima Buku Anotasi KUHAP pada peluncuran Komisi III DPR, 14 Juli 2026, sebagai upaya mem...
Pemerintah Targetkan B50 Tersedia di Semua SPBU Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah menargetkan B50 tersedia di semua SPBU pada 1 Oktober 2026 untuk kurangi impor solar dan hemat hi...
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp110,7 Triliun untuk Jaga Daya Beli
Pemerintah mengalokasikan stimulus Rp110,7 triliun sepanjang 2025 untuk menjaga daya beli, mendorong konsums...
Prabowo Bertemu DEN Bahas Penguatan Ekonomi dan GovTech
Prabowo bertemu DEN di Hambalang (14 Juli 2026) untuk membahas penguatan ekonomi dan penyempurnaan GovTech d...