Pemerintah Siapkan Kota Satelit untuk Kurangi Backlog Perumahan
Pemerintah menyiapkan lahan untuk pembangunan kota satelit di beberapa provinsi sebagai upaya mengurangi backlog perumahan. Pernyataan itu disampaikan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. Proyek ini mengikuti arahan Presiden dan akan memanfaatkan aset negara yang telah diidentifikasi.
Lokasi dan sumber lahan
Nusron menyebut lokasi tersebar di berbagai provinsi. Pemerintah sudah mengidentifikasi lahan negara yang bisa dipakai. Sebagian lahan adalah bekas hak guna bangunan yang tidak diperpanjang dan akan ditata ulang oleh negara.
- Sumatra Utara
- Sumatra Selatan
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Selatan
Nusron juga menyebut ada tiga provinsi tambahan yang masih dalam verifikasi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
"Kami sudah menyiapkan data lahan untuk pembangunan kota satelit. Dalam rangka mengatasi backlog perumahan, Bapak Presiden Prabowo Subianto akan membuat kutub-kutub kantong-kantong kota baru,"
Skala dan target pembangunan
Pemerintah menargetkan setiap titik kota satelit memiliki skala memadai. Menurut Nusron, ukuran minimal tiap kota sekitar 200 hektare. Rencana awal memperlihatkan pembangunan pada sepuluh sampai dua belas titik.
"Rata-rata satu kota minimal 200 hektare. Akan dibangun minimal, sepuluh sampai dua belas titik,"
Koordinasi antar kementerian dan fasilitas pendukung
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan proyek ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden. Pemerintah akan memperdalam kajian lokasi bersama kementerian terkait sebelum memulai pembangunan.
Maruarar menambahkan fasilitas pendukung akan dikembangkan bersama, termasuk kawasan pendidikan di sekitar kota satelit. Seluruh lokasi akan diteliti melalui survei lapangan untuk memastikan kelayakan.
"Sesuai arahan Presiden, titiknya ditentukan Presiden. Itu sudah ada lokasinya dan kita akan pertajam melalui survei, terima kasih dukungannya Pak Nusron yang luar biasa,"
Dampak dan langkah selanjutnya
Skema kota satelit dimaksudkan untuk memperluas pasokan hunian dan mengurai tekanan permukiman di kota besar. Langkah berikutnya adalah verifikasi lahan, survei teknis, dan penetapan titik prioritas oleh Presiden. Implementasi akan dimulai setelah kajian lokasi rampung.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Realisasi SPHP Beras Naik 274%, Bapanas Genjot Stabilitas Harga
Bapanas catat penyaluran SPHP beras naik 274%; stok CPP >5 juta ton dan realisasi telah mencapai 55% dari ta...
Sertifikasi Rumah Gratis untuk MBR Capai 8 Juta Penerima Hingga 2028
Kementerian ATR/BPN dan PKP menggulirkan sertifikasi rumah gratis untuk MBR, menargetkan 8 juta penerima hin...
Adian Terima Buku Anotasi KUHAP dari Komisi III DPR
Adian Napitupulu menerima Buku Anotasi KUHAP pada peluncuran Komisi III DPR, 14 Juli 2026, sebagai upaya mem...
Pemerintah Targetkan B50 Tersedia di Semua SPBU Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah menargetkan B50 tersedia di semua SPBU pada 1 Oktober 2026 untuk kurangi impor solar dan hemat hi...
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp110,7 Triliun untuk Jaga Daya Beli
Pemerintah mengalokasikan stimulus Rp110,7 triliun sepanjang 2025 untuk menjaga daya beli, mendorong konsums...
Prabowo Bertemu DEN Bahas Penguatan Ekonomi dan GovTech
Prabowo bertemu DEN di Hambalang (14 Juli 2026) untuk membahas penguatan ekonomi dan penyempurnaan GovTech d...