DPR Soroti Paradoks Serapan Anggaran Kemenperin
Komisi VII DPR RI menyoroti paradoks antara serapan anggaran Kementerian Perindustrian yang tercatat tinggi dengan rendahnya realisasi program prioritas. Temuan itu disampaikan dalam Rapat Kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026. Hingga awal Juni 2026, serapan mencapai 42,57 persen atau Rp898 miliar dari pagu Rp2,11 triliun, namun beberapa program penguatan industri menunjukkan realisasi minim.
Data serapan dan realisasi kabinet
Angka serapan yang disampaikan Kementerian Perindustrian menunjukkan capaian fiskal. Namun saat dianalisis per program, ada celah antara penyerapan anggaran dan capaian output program prioritas.
| Program | Pagu | Realisasi | % Realisasi |
|---|---|---|---|
| Total Kementerian Perindustrian (hingga 5 Juni 2026) | Rp2,11 triliun | Rp898 miliar | 42,57% |
| Penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) | Rp90,34 miliar | Rp13,48 miliar | 14,92% (perkiraan) |
| Penumbuhan Wirausaha Baru | Rp69,16 miliar | Rp430 juta | 0,62% |
Kritik Komisi VII terhadap program prioritas
Wakil Ketua Komisi VII, Evita Nursanty, menekankan bahwa angka serapan tidak cukup jika program strategis belum terealisasi. Ia meminta perhatian khusus terhadap program yang langsung berdampak pada pelaku usaha dalam negeri.
"Serapan anggaran Kementerian Perindustrian sampai dengan awal Juni itu mencapai 42,57 persen atau Rp898 miliar dari pagu Rp2,11 triliun. Tetapi ketika kita melihat lagi lebih dalam program-program yang menjadi instrumen utama penguatan industri nasional, realisasinya masih sangat rendah,"
Evita secara khusus menyebutkan program penguatan IKM dan penumbuhan wirausaha baru sebagai contoh program yang realisasinya jauh di bawah pagu.
Tanggapan Menteri Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan bahwa realisasi anggaran hingga 5 Juni 2026 berada di atas target yang ditetapkan. Ia menyatakan keyakinan bahwa pelaksanaan program kementerian masih sesuai rencana dan optimistis target kinerja akan tercapai pada 2026.
"Realisasi anggaran sejak awal tahun hingga bulan Mei 2026 secara konsisten berada di atas target yang telah ditetapkan. Sampai dengan 5 Juni 2026, dari total pagu sebesar Rp2,11 triliun, anggaran yang telah direalisasikan Rp898 miliar,"
"Kami yakini bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan legislatif. Maka target-target pembangunan industri nasional dapat kita capai bersama,"
Implikasi dan langkah berikutnya
Temuan Komisi VII membuka kebutuhan evaluasi lebih mendalam pada efisiensi dan target program prioritas, khususnya yang menyasar IKM dan penumbuhan wirausaha. Pemerintah menyatakan kesiapan melanjutkan koordinasi dengan DPR untuk mempercepat realisasi output program.
Komisi VII mendorong evaluasi dan pelacakan pelaksanaan agar anggaran yang terserap juga berdampak nyata pada penguatan rantai pasok dan peningkatan kapasitas pelaku usaha industri di dalam negeri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tren Hidup Sehat Dorong Bisnis Herbal, Pelaku Bidik Outlet Komunitas
Kesadaran hidup sehat mendorong peluang bisnis herbal; pelaku bidik outlet komunitas untuk edukasi dan perlu...
SID 2026: Sumut Ajak 10 Provinsi Perkuat Hilirisasi dan Pariwisata
Gubernur Sumut ajak 10 provinsi Sumatera bersinergi dalam hilirisasi dan pariwisata pada pembukaan SID 2026...
DEM Aceh Dorong Percepatan Pengembangan Blok Andaman
DEM Aceh gelar seminar nasional mendorong percepatan Blok Andaman, menekankan hilirisasi, kepastian investas...
Harga Emas Antam Naik, Grafik Kembali Hijau 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik ke Rp2.612.000/gram pada 25 Juli 2026; buyback tercatat Rp2.352.000/gram dan PPh 22 di...
Pasar Diprakirakan Fluktuatif Pekan Depan Imbas Konflik Geopolitik
Analis perkirakan pasar global dan rupiah fluktuatif pekan depan akibat eskalasi konflik geopolitik, kebijak...
Airlangga Dukung Kemitraan Farmasi untuk Kurangi Impor Obat
Menko Airlangga mendukung joint venture PT Tempo CTTQ untuk kembangkan biofarmasi, targetkan obat onkologi,...