Realisasi Anggaran Kemenperin Lampaui Target, Terserap Rp898 Miliar
Kementerian Perindustrian melaporkan realisasi anggaran hingga 5 Juni 2026 mencapai Rp898 miliar atau 42,57 persen dari pagu Rp2,11 triliun. Laporan disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Realisasi di atas target
Agus mengatakan realisasi anggaran sampai Mei 2026 secara konsisten berada di atas target yang ditetapkan. Kepala kementerian meyakini pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan optimistis penyerapan anggaran tahun ini dapat tercapai.
"Realisasi anggaran sejak awal tahun hingga bulan Mei 2026 secara konsisten berada di atas target yang telah ditetapkan. Sementara itu, sampai dengan 5 Juni 2026, dari total pagu sebesar Rp2,11 triliun, anggaran yang telah direalisasikan Rp898 miliar atau sekitar 42,57 persen," ujar Agus.
Agus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan legislatif untuk mendukung pembangunan industri nasional.
"Kami yakini bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan legislatif, maka target-target pembangunan industri nasional dapat kita capai bersama," kata Agus.
Rincian anggaran
Berikut ringkasan pagu dan realisasi anggaran Kementerian Perindustrian per 5 Juni 2026.
| Komponen | Jumlah (Rp) | Persentase | Periode |
|---|---|---|---|
| Pagu Anggaran | 2,11 triliun | 100% | 2026 |
| Realisasi | 898 miliar | 42,57% | Hingga 5 Juni 2026 |
DPR minta evaluasi komposisi anggaran
Meski menyambut baik capaian realisasi, Komisi VII DPR RI mengusulkan evaluasi mendalam terhadap komposisi anggaran. Ketua Komisi VII, Saleh Partaonan Daulay, mengungkapkan ada anggaran yang tidak naik bahkan turun dibanding sebelumnya.
"Kami itu hanya ingin melihat bagaimana komposisi anggaran yang sebetulnya kita sudah lalui dua kali ini sebetulnya. Ternyata yang dulu, yang awal itu saya ingat anggarannya sekian, begitu tahun berikutnya tidak bisa nambah, malah turun," ujar Saleh.
Saleh menegaskan hasil rapat internal komisi meminta pendalaman untuk mengetahui akar persoalan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program Kementerian Perindustrian.
Titik fokus evaluasi
Komisi VII juga meminta analisis proporsi anggaran per unit kerja. Tujuannya untuk memastikan alokasi anggaran sesuai kebutuhan dan prioritas setiap direktorat jenderal.
- Menelaah komposisi anggaran antar program dan direktorat jenderal.
- Mengidentifikasi penurunan anggaran yang tidak sesuai urgensi.
- Menentukan langkah perbaikan untuk meningkatkan efektivitas penyerapan.
Dengan pertemuan ini, kedua pihak sepakat melanjutkan dialog teknis untuk menyelaraskan program dan anggaran. Evaluasi komposisi diharapkan menghasilkan rekomendasi yang konkret bagi perbaikan pelaksanaan anggaran kementerian ke depan.
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, Masyarakat Diajak Utamakan Produk Lokal
Masyarakat diajak utamakan produk lokal dan pariwisata domestik untuk memperkuat rupiah dan mengurangi keter...
Kenaikan Dolar dan Energi Tekan Industri Galangan Kapal
Lonjakan kurs dolar dan harga energi tekan industri galangan kapal; Solar B40 naik 89,19% dan plat baja naik...
Cadangan Devisa Indonesia Mei 2026 Turun Jadi USD144,9 Miliar
Cadangan devisa Indonesia turun ke USD144,9 miliar pada akhir Mei 2026, menandai penurunan bulan kelima bert...
IHSG Melemah di Jeda Siang, Turun ke Level 5.434,30
IHSG melemah di jeda siang 8 Juni 2026, turun 2,87% ke 5.434,30 akibat tekanan asing dan sentimen pasar dome...
Komisi VII Soroti Pemotongan Anggaran Kemenperin 2026
Komisi VII DPR minta penjelasan soal pemotongan anggaran Kemenperin 2026, menyorot bentuk, penyebab, dan dam...
Industri Pengolahan Tumbuh Positif dan Menopang Ekonomi 2026
Industri pengolahan Indonesia tumbuh 5,04% pada 2026 dan menyumbang 1,03% terhadap pertumbuhan ekonomi, menu...