DPR: Pemberantasan Korupsi Era Prabowo Catat Kemajuan Signifikan
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan banyak kemajuan dalam satu tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan selepas Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Pengadilan "ad hoc" dan penguatan Tipikor
Habiburokhman menyinggung kembali pernyataan Presiden yang menyebut perlunya pengadilan ad hoc untuk perkara korupsi. Menurutnya, konsep pengadilan ad hoc itu sejatinya telah terejawantahkan melalui keberadaan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor).
“Soal pemberantasan korupsi juga disinggung, Beliau menyampaikan pengadilan ad hoc untuk korupsi. Sebenarnya kalau pengadilan ‘ad hoc’ korupsi itu memang sudah ‘ad hoc’ pengadilan tipikor,”
Dia menambahkan bahwa DPR masih menunggu rincian dan usulan konkret mengenai mekanisme penyidikan atau pengadilan yang dimaksud. Pernyataan itu menunjukkan adanya ruang dialog antara eksekutif dan legislatif terkait penegakan hukum korupsi.
“Ya kita menunggu saja ya akan ini seperti apa ya usulan konkretnya,”
Pengusutan tambang ilegal di Bangka Belitung
Salah satu isu yang menjadi sorotan Habiburokhman adalah tambang ilegal timah di Bangka Belitung. Ia meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut kasus ini secara tuntas, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan oknum dari kedua institusi.
Permintaan itu mencerminkan kekhawatiran terhadap praktik tambang ilegal yang diduga melibatkan jaringan terstruktur. Penanganan lintas-instansi dianggap perlu agar proses penegakan hukum berjalan efektif dan tegas.
Perkembangan asset recovery dan capaian penegak hukum
Habiburokhman menegaskan bahwa indikator kemajuan pemberantasan korupsi terlihat dari meningkatnya kegiatan asset recovery oleh penegak hukum. Ia menyebutkan bahwa jumlah pemulihan aset menjadi salah satu tanda pergeseran positif dalam upaya penindakan korupsi.
“Sudah banyak sekali kemajuan, justru yang tadi disampaikan kemajuan-kemajuan tersebut, dalam konteks pemberantasan korupsi semua disampaikan tadi. Anda lihat sendiri begitu banyak asset recovery yang sudah dilaksanakan oleh penegak hukum kita,”
Kemajuan itu menurutnya jika terus dipertahankan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum dan mendorong transparansi pemerintahan.
Penutup: menunggu langkah konkret
Meskipun menyoroti berbagai kemajuan, DPR dan publik masih menanti langkah-langkah operasional yang konkret—termasuk detail mengenai pengadilan ad hoc yang diusulkan dan proses investigasi tambang ilegal. Implementasi rekomendasi dan koordinasi antar-institusi menjadi kunci agar klaim kemajuan tidak hanya bersifat retoris, tetapi berdampak nyata pada penegakan hukum.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Bansos Gratis dan Mudah Diakses lewat Digitalisasi
Prabowo pastikan warga tak mampu tak perlu bayar saat mengakses bansos; pendaftaran digital berjalan di 153...
Menkomdigi: SPLP Kunci Digitalisasi Perlinsos agar Hak Tepat
Menkomdigi Meutya Hafid meninjau uji coba digitalisasi Perlinsos di DIY; SPLP diharapkan memastikan penerima...
Kemenbud Sulap Situs Bersejarah Bogor Jadi Cagar Budaya Nasional
Kemenbud menata sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Bogor menjadi Cagar Budaya Nasional, termasuk revital...
DPR Soroti Usulan Pengadilan Ad Hoc untuk Korupsi BUMN
DPR minta kajian terhadap usulan pengadilan ad hoc untuk kasus korupsi BUMN, meski sudah ada Pengadilan Tipi...
Ketua DPD Apresiasi Swasembada Pangan, Dorong Penguatan Pertanian
Ketua DPD apresiasi capaian swasembada pangan dan minta penguatan sektor pertanian serta perbaikan komoditas...
Puan: Parlemen-Pemerintah Rampungkan 28 UU (2024–2026)
Puan Maharani menyatakan DPR dan Pemerintah telah mengesahkan 28 RUU menjadi UU sejak 2024–2026, serta memap...