PMI Banda Aceh Gelar Donor Darah di Beberapa Lokasi, Stok Menipis
Banda Aceh — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menggelar aksi donor darah pada Minggu (28/6) di beberapa titik kota untuk menambah stok yang menurun. Kegiatan diselenggarakan di kawasan Car Free Day Jalan Mohd. Daud Beureueh dan diperluas ke stadion, lapangan, serta masjid untuk menjangkau lebih banyak pendonor.
Lokasi dan cakupan kegiatan
Donor darah dipusatkan di Car Free Day Jalan Mohd. Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam. Selain itu, kegiatan juga berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya (Kecamatan Banda Raya), Tribun Utama Blang Padang (Kecamatan Baiturrahman), dan Safari Subuh BBC di Masjid Al Hidayah, Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala.
Stok darah menurun, kebutuhan tinggi
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, menyatakan aksi ini untuk menanggulangi penurunan persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banda Aceh. Kebutuhan harian berkisar antara 150 hingga 300 kantong darah untuk memenuhi tuntutan rumah sakit dan klinik di wilayah layanan.
"Setiap hari kebutuhan darah di wilayah pelayanan PMI Kota Banda Aceh berkisar antara 150 hingga 300 kantong. Darah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit, seperti RSUD dr. Zainoel Abidin, RSUD Meuraxa, rumah sakit ibu dan anak, serta sejumlah klinik,"
Haeqal menambahkan PMI melayani permintaan dari sekitar 28 rumah sakit dan klinik yang tersebar hingga Aceh Besar dan Aceh Jaya. Kebutuhan paling besar berasal dari pasien thalassemia yang membutuhkan transfusi berkala.
Proses skrining dan keamanan transfusi
PMI menekankan bahwa setiap kantong darah melalui proses skrining ketat sebelum diterima UDD. Pemeriksaan mencakup deteksi penyakit yang dapat menular lewat transfusi, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis.
"Setiap darah yang didonorkan akan melalui serangkaian pemeriksaan terhadap penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi darah, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis. Di tengah meningkatnya kasus HIV di Aceh, proses skrining ini menjadi sangat penting untuk memastikan darah yang diterima pasien benar-benar aman sesuai standar pelayanan transfusi darah," jelas Haeqal.
Ajakan menjadi pendonor rutin
PMI mengajak warga yang sehat untuk menjadi pendonor sukarela secara rutin. Selain menyelamatkan nyawa, donor darah juga menawarkan manfaat kesehatan bagi pendonor.
"Persediaan darah di UDD PMI Kota Banda Aceh saat ini sedang berada pada kondisi yang sangat terbatas. Karena itu, kami mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Setetes darah yang didonorkan sangat berarti dan dapat menyelamatkan nyawa sesama," kata Haeqal.
Haeqal berharap donor darah menjadi kebiasaan masyarakat Banda Aceh sehingga pasokan darah di rumah sakit tetap terpenuhi. Donor darah bukan hanya tindakan medis, melainkan wujud kepedulian sosial yang konkret.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
32 WNI Bermasalah Asal Sumut Dideportasi dari Malaysia
Sebanyak 32 WNI-B asal Sumut dideportasi dari Penang dan tiba di KNIA 20 Agustus; BP3MI Sumut memfasilitasi...
Lomba Pedagang Pasar Induk Lambaro Meriahkan HUT ke-81 RI
Diskopukmdag Aceh Besar menggelar lomba bagi pedagang Pasar Induk Lambaro pada 19 Agustus untuk memeriahkan...
Staf Ahli Wali Kota Binjai Tinjau Penumpukan Sampah di Berngam
Staf Ahli Wali Kota Binjai meninjau penumpukan sampah di Kelurahan Berngam dan minta warga tidak membuang sa...
Sumabee Honey Diluncurkan, 195 Warga Jantho Terlibat Budidaya Madu
Sumabee Honey diluncurkan; 195 warga dari delapan gampong Kota Jantho terlibat dalam budidaya lebah yang men...
BI Luncurkan KKI dan Perluas MDR QRIS 0 Persen untuk Perkuat Ekonomi Digital
BI meluncurkan KKI dan perluas MDR QRIS 0% untuk mendukung UMKM serta akselerasi digitalisasi sistem pembaya...
Wagub Aceh dan Wamendagri Tinjau Blang Padang, Bahas Status Lahan
Wagub Aceh dan Wamendagri meninjau Lapangan Blang Padang (8,9 ha) untuk membahas status lahan, wakaf histori...