Lokal

INALUM Perkuat Konservasi Danau Toba: Biopori, Penghijauan, Mangrove

Bagikan:
Ilustrasi kegiatan konservasi INALUM di kawasan Danau Toba dan pembibitan pohon

MEDAN — PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I) menjalankan program konservasi skala luas di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba sepanjang 2025. Program ini meliputi pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, penanaman 420.000 pohon di 1.050 hektare, serta penanaman 15.000 bibit mangrove untuk menjaga sumber air, mencegah erosi, dan memperkuat ekosistem pesisir.

Konservasi hulu: biopori, sumur resapan, dan injeksi

INALUM menaruh perhatian pada upaya penyerapan air di hulu. Sepanjang 2025 perusahaan membangun 10.000 lubang biopori di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, dibangun 500 sumur resapan di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara.

Untuk memperkuat cadangan air tanah, program juga menghadirkan 15 sumur injeksi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo. Langkah ini bertujuan agar air hujan kembali meresap ke dalam tanah, bukan langsung mengalir ke permukaan dan mempercepat erosi.

Penghijauan dan pembibitan berkelanjutan

INALUM menanam sekitar 420.000 pohon pada lahan seluas 1.050 hektare. Jenis tanaman dipilih sesuai karakteristik lahan dan fungsi ekologis, antara lain untuk meningkatkan tutupan vegetasi dan mencegah erosi.

Untuk mendukung keberlanjutan penghijauan, perusahaan membangun beberapa fasilitas pembibitan:

  • Tiga Kebun Bibit Rakyat dengan kapasitas 50.000 bibit per tahun;
  • Pembibitan Modern Paritohan yang mampu memproduksi hingga 500.000 bibit setiap tahun.

Edukasi dan partisipasi masyarakat

INALUM memprioritaskan pembentukan kesadaran publik. Program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba untuk menanamkan nilai kepedulian sejak dini.

Perusahaan juga membentuk dan melatih 18 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo, dan Samosir. Kelompok ini berperan mencegah kebakaran hutan yang mengancam daya tangkap air.

Konservasi pesisir: mangrove dan skema adopsi

Program konservasi tidak berhenti di pegunungan. Di pesisir Kabupaten Batu Bara, INALUM bersama komunitas menanam 15.000 bibit mangrove pada 2025. Penanaman melibatkan Kelompok Tani Hutan Lestari Pesisir, Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI), dan Kelompok Tani Cinta Mangrove di Desa Perupuk.

Melalui Pohon Asuh, masyarakat dapat mengadopsi mangrove sehingga setiap pohon menjadi simbol keterlibatan lokal. Mangrove berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi, habitat biota laut, dan penyerap karbon.

Kolaborasi dan komitmen jangka panjang

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM, Sunarno A. Rakino, menegaskan bahwa konservasi adalah bagian dari warisan yang harus dijaga bersama.

"Bagi INALUM, Danau Toba bukan hanya bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Melalui program konservasi, kami berupaya hadir dengan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan."

Direktur Strategic Support & Human Capital INALUM, Benny Wiwoho, menambahkan bahwa konservasi merupakan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan.

"Konservasi merupakan bagian penting dari komitmen INALUM dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Kami berupaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang."

Kepala Grup Layanan Strategis Daniel Hutahuruk menyatakan bahwa program konservasi dirancang untuk menciptakan nilai bagi masyarakat dan lingkungan, bukan sekadar program seremonial.

"Melalui berbagai program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan, INALUM berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan."

Menulis jejak untuk masa depan

Program INALUM di Danau Toba menekankan bahwa keberlanjutan adalah rangkaian aksi yang terukur dan melibatkan masyarakat. Dari biopori hingga mangrove, langkah-langkah itu ditujukan untuk menjaga sumber air, mencegah bencana hidrometeorologi, dan mewariskan lanskap yang sehat bagi generasi selanjutnya.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait