Gemes IX Dianggap Stagnan, Jalan Amblas dan Kebakaran Terjadi di Siantar
Medan — Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (27/6) malam, mendapat sorotan publik. Kegiatan yang menelan anggaran sekitar Rp2,5 miliar dinilai belum menunjukkan pembaruan berarti dan masih mengulang konsep tahun sebelumnya. Pada hari yang sama, dua kejadian darurat terjadi di Pematangsiantar: jalan amblas yang sedang diperbaiki disurvei kepolisian, dan dua rumah terbakar dini hari di Jalan Tongkol.
Kritik terhadap Gelar Melayu Serumpun IX
Beberapa pengamat budaya dan masyarakat menilai penyelenggaraan Gemes IX minim inovasi. Agenda yang berlangsung malam hari itu dianggap lebih mengulang format dan konten lama, sehingga kurang memberi nuansa baru bagi pelestarian budaya Melayu.
Dinas Pariwisata sebagai penyelenggara belum memberikan penjelasan publik rinci tentang alokasi anggaran atau rencana pembaharuan program. Kritik itu memicu permintaan agar ke depan ada evaluasi konsep acara dan transparansi belanja publik.
Jalan Amblas di Pematangsiantar Disurvei Polisi
Satlantas Polres Pematangsiantar melakukan survei terhadap ruas jalan yang amblas dan sedang dalam perbaikan. Petugas turun ke lokasi untuk memantau kondisi teknis dan pemasangan rambu agar lalu lintas tetap aman.
Survei dilakukan sebagai langkah awal sebelum perbaikan lanjutan atau rekayasa lalu lintas. Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi tentang korban jiwa atau penutupan jalan total.
Dua Rumah Terbakar di Jalan Tongkol
Sebuah kebakaran melanda dua unit rumah di Jalan Tongkol, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar, Sabtu (27/6) sekitar pukul 01.30 WIB. Api menghanguskan bangunan warga sebelum berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran.
Penyebab kebakaran dan estimasi kerugian masih dalam penyelidikan. Petugas setempat melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan keterangan saksi untuk menentukan status penyelidikan lebih lanjut.
Ketiga peristiwa ini menyorot dua aspek berbeda: evaluasi penyelenggaraan kegiatan budaya berbiaya besar, serta kebutuhan penanganan dan pencegahan insiden infrastruktur dan kebakaran di wilayah Sumatera Utara. Pemantauan lanjutan dan klarifikasi dari pihak terkait diharapkan muncul dalam beberapa hari ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Putra Putri Bonapasogit 2026: Pemenang dan Harapan Bupati Taput
Putra Putri Bonapasogit 2026 di Tarutung menghasilkan enam pemenang; pemerintah berharap mereka menjadi duta...
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...