Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.871, Risiko Tekanan Dolar Mengintai
Rupiah dibuka menguatRp17.871 per dolar AS, naik 0,28 persen atau 51 poin dari penutupan akhir pekan di Rp17.922.
Pembukaan pasar dan pergerakan awal
Data pembukaan menunjukkan rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada sesi awal. Meski demikian, analis memperingatkan pergerakan tersebut rentan berbalik jika sentimen global memburuk. Indeks dolar AS tercatat berada di level 101,36, yang menjadi salah satu indikator tekanan bagi mata uang emerging market termasuk rupiah.
Faktor risiko: ketegangan di Timur Tengah dan harga minyak
Penguatan rupiah saat ini dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik. Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut eskalasi antara AS dan Iran meningkatkan risiko tekanan dollar terhadap rupiah.
"Nilai tukar rupiah diperkirakan akan kembali berbalik melemah terhadap dolar AS,"
Menurut Lukman, serangkaian serangan dan balasan antara kedua negara, termasuk tembakan rudal ke fasilitas milik AS dan ancaman serius dari pihak AS, memicu kekhawatiran pasar. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, yang biasanya memperburuk defisit dan tekanan eksternal negara-negara pengimpor energi.
Proyeksi pergerakan dan implikasi kebijakan
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850–Rp18.000 per dolar AS dalam waktu dekat, mencerminkan volatilitas yang lebih tinggi jika ketegangan terus meningkat.
Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyoroti bahwa level rupiah di sekitar Rp17.900 mencerminkan tekanan eksternal yang masih berlangsung serta lemahnya aliran dana asing.
"Level rupiah pada Rp17.900 mencerminkan berlanjutnya tekanan eksternal dan lemahnya aliran dana asing,"
Tim Mirae Asset juga mencatat rupiah telah melemah sekitar 7,5 persen terhadap dolar AS sepanjang Januari–Juni 2026. Rully memperkirakan Bank Indonesia berpotensi kembali menaikkan suku bunga jika pelemahan rupiah berlanjut, sebagai upaya meredam tekanan eksternal dan menstabilkan pasar ke depan.
Catatan: Pergerakan lanjutan rupiah akan bergantung pada perkembangan geopolitik kawasan serta respons kebijakan moneter dan aliran modal asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
KAI Bidik 1,4 Miliar Penumpang per Tahun dengan Empat Mesin Pertumbuhan
KAI menargetkan 1,4 miliar penumpang per tahun dan porsi bisnis non-farebox 20–25% sebagai bagian transforma...
Ekspor Minyak Atsiri Tembus USD348,7 Juta, Kemenperin Pacu Hilirisasi
Ekspor minyak atsiri Indonesia naik ke USD348,7 juta pada 2025; Kemenperin dorong hilirisasi untuk tambah ni...
BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Menguat hingga Rp17.840
BI pertahankan suku bunga 5,75%; rupiah menguat 0,12% ke Rp17.840 per USD pada penutupan perdagangan Rabu, 1...
Secure Parking Kelola 1.700 Titik, Hampir 2 Juta Kendaraan Sehari
Secure Parking mengelola 1.700 titik parkir di Indonesia dan melayani hampir 2 juta kendaraan setiap hari, d...
BI Tahan Suku Bunga, IHSG Melemah 0,86% ke 6.394
IHSG turun 0,86% ke 6.394 pada 19 Agustus 2026 setelah BI mempertahankan suku bunga 5,75%; nilai transaksi R...
Pasokan Energi Jadi Prioritas Pertamina Pascagempa NTT
FKBI meminta pasokan BBM dan LPG jadi prioritas penanganan pascagempa NTT agar distribusi logistik dan aktiv...