Legislator Soroti Minimnya Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak
Anggota BURT DPR RI Lucy Kurniasari menyoroti kekurangan dokter spesialis tumbuh kembang anak yang berdampak pada akses layanan bagi pasien, termasuk penyandang cerebral palsy. Pernyataan itu disampaikan saat menceritakan pengalaman keluarganya, Senin, 29 Juni 2026, di mana pengobatan yang dibutuhkan hanya tersedia di satu rumah sakit dengan antrean hingga satu tahun.
Minimnya layanan dan antrean panjang
Lucy mengatakan layanan spesialis tumbuh kembang anak sangat jarang di banyak rumah sakit. Akibatnya, pasien harus menunggu lama atau menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan. Ia mencontohkan fasilitas yang ditemui hanya ada di wilayah Kelapa Gading dengan antrian yang menurutnya mencapai tahunan.
"Cari dokter tumbuh kembang setengah mati karena ternyata sangat jarang. Waktu itu adanya di Rumah Sakit daerah Kelapa Gading dan antriannya tahunan,"
Kisah keluarga dan beban akses
Pengalaman keluarga Lucy bermula ketika cucunya didiagnosis cerebral palsy. Keterbatasan tenaga spesialis membuat keluarga kesulitan mendapatkan penanganan yang komprehensif. Selain itu, beberapa pasien rela datang dari luar daerah untuk menjalani terapi.
Menurut Lucy, dalam pengamatan pribadinya terdapat sekitar 100 pasien yang menjalani penanganan di fasilitas tersebut, termasuk pasien dari luar Jakarta seperti Lombok. Hal ini menunjukkan kebutuhan layanan yang cukup besar.
Layanan tumbuh kembang: tidak sekadar konsultasi
Lucy menekankan bahwa layanan tumbuh kembang anak mencakup lebih dari sekadar konsultasi dokter. Layanan ini juga meliputi terapi khusus dan pembuatan alat bantu, misalnya sepatu khusus yang disesuaikan kebutuhan pasien. Oleh karena itu, ia menilai perlu ada perluasan layanan agar penanganan dini lebih mudah diakses masyarakat.
Apa itu cerebral palsy?
Pada bagian penjelasan, cerebral palsy atau lumpuh otak disebut sebagai kelompok gangguan permanen yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak, menjaga keseimbangan, dan mempertahankan postur tubuh. Kondisi ini terjadi akibat perkembangan otak yang tidak normal atau cedera pada otak yang sedang berkembang sebelum, saat, atau setelah kelahiran.
"Cerebral palsy adalah sekelompok gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak, menjaga keseimbangan, dan mempertahankan postur tubuh. Kondisi ini terjadi akibat perkembangan otak yang tidak normal atau cedera pada otak yang sedang berkembang sebelum, saat, atau segera setelah kelahiran."
Gejala dan kondisi penyerta
Gejala cerebral palsy bisa berbeda pada tiap individu, tetapi umumnya berkaitan dengan fungsi motorik. Secara ringkas, gejala yang paling sering muncul meliputi:
- Kesulitan bergerak atau koordinasi motorik
- Masalah menjaga keseimbangan
- Kendala mempertahankan postur tubuh
Selain itu, beberapa penyandang cerebral palsy juga dapat mengalami gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, epilepsi, atau hambatan intelektual. Namun tidak semua pasien mengalami kondisi penyerta tersebut.
Upaya yang diperlukan
Lucy mengusulkan perluasan layanan tumbuh kembang anak di lebih banyak rumah sakit. Dengan demikian, akses perawatan dan terapi dapat dilakukan lebih cepat dan merata. Jika layanan ditambah, diharapkan lebih banyak keluarga mendapat penanganan sejak dini.
Peningkatan ketersediaan tenaga spesialis, fasilitas terapi, dan pembuatan alat bantu menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan pasien tumbuh kembang di berbagai daerah.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Sentralisasi Pengadaan Alkes Hemat Rp10,25 Triliun, Kemenkes Ungkap
Kemenkes menyebut sentralisasi pengadaan alkes memangkas pengeluaran Rp10,25 triliun atau 52% dari estimasi...
Menkes: Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota
Pemerintah akan membangun dan merenovasi laboratorium kesehatan di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat s...
Puskesmas Jemput Bola CKG: 700 Siswa Diperiksa di Bekasi
Puskesmas Duren Jaya jemput bola Cek Kesehatan Gratis di SD Santa Maria Monica, Bekasi; 700 siswa diperiksa,...
CKG Jaktim Temukan Anemia dan Hipertensi pada Pelajar
CKG Jakarta Timur menemukan banyak pelajar mengalami tekanan darah tinggi dan anemia pada periode Januari–Ju...
Pemanasan dan Pendinginan: Kunci Olahraga Lebih Aman
Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah olahraga, menurunkan risiko cedera...
Jangan Abaikan Nyeri Sendi Berulang, Bisa Jadi Autoimun
Nyeri sendi berulang bisa jadi tanda autoimun seperti RA; waspadai pembengkakan, kekakuan pagi hari, dan seg...