Dody Hanggono: Pembangunan Infrastruktur Harus Akuntabel
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggono menegaskan pembangunan infrastruktur harus dijalankan secara akuntabel, berkualitas, dan tepat sasaran saat peluncuran buku pertanggungjawaban 500 hari kerja Kementerian PU. Acara berlangsung di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juni 2026.
Peluncuran buku sebagai bentuk pertanggungjawaban
Buku berjudul “Menjawab Mandat: Pembangunan Infrastruktur Kementerian PU” dipresentasikan sebagai catatan resmi kinerja kementerian selama 500 hari pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih. Menurut Dody, publik dan Presiden menjadi pihak yang harus menerima pertanggungjawaban tersebut.
"Sebagai pertanggungjawaban saya kepada publik, bahwa kita tidak pernah main-main dengan konstruksi, hasil kualitas, progress, semuanya sesuai as usual. Kalau bisa kita percepat, kita percepat lagi,"
Penekanan pada akuntabilitas dan kualitas
Dody menekankan bahwa akuntabilitas menyangkut seluruh aspek proyek, dari perencanaan hingga hasil akhir. Ia meminta semua pihak menjaga standar kualitas dan transparansi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Akuntabilitas disorot sebagai syarat utama agar pembiayaan publik dan target pembangunan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Kolaborasi lintas instansi
Menurut Dody, pembangunan infrastruktur tidak bisa berjalan sendiri. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian PU, DPR, dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan proyek berjalan optimal dan tepat sasaran.
Rekaman program strategis
Buku tersebut mencatat sejumlah program strategis yang telah dijalankan dan direncanakan. Fokus utama meliputi langkah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan penanganan bencana melalui penguatan infrastruktur air.
- Pembangunan dan perbaikan irigasi untuk mendukung swasembada pangan.
- Penguatan infrastruktur sumber daya air untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
Dokumentasi ini dimaksudkan sebagai alat evaluasi sekaligus pedoman percepatan pelaksanaan program di periode berikutnya. Dengan adanya catatan terstruktur, kementerian berharap peningkatan kinerja dapat dipantau lebih jelas oleh publik dan pemangku kebijakan.
Ke depan, Kementerian PU berencana memperkuat mekanisme pemantauan proyek dan memperluas kolaborasi agar target pembangunan lebih cepat tercapai tanpa mengurangi aspek kualitas dan akuntabilitas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DKI Kirim Tenaga Medis dan Rp3,8 M Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI mengirim tenaga kesehatan dan bantuan Rp3,8 miliar untuk korban gempa NTT; dana dari ASN dan aja...
Basarnas Evakuasi 3 Korban Gempa M7,7 di Manggarai Timur
Basarnas mengevakuasi tiga korban gempa M7,7 di Manggarai Timur pada 18 Agustus 2026; semua korban dirujuk k...
Menpora Maknai HUT ke-81 RI: Keberanian Kibarkan Merah Putih
Menpora Erick Thohir memaknai HUT ke-81 RI sebagai keberanian mengibarkan Merah Putih di panggung internasio...
UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
UMN melatih 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dalam sablon manual dan desain digital berbasis AI...
UMN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Serdang Wetan Lewat Program PDB
UMN menggelar Program PDB di Desa Serdang Wetan Agustus 2026 untuk memperkuat produksi, manajemen, dan pemas...
Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara Berhasil Dipadamkan
Kebakaran pabrik ATK di Kaliabang, Bekasi Utara pada 17 Agustus 2026 berhasil dipadamkan; 10 mobil damkar di...