DJSN Kawal Harmonisasi Kebijakan Jaminan Sosial Pekerja
Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memastikan pengawalan penyusunan dan harmonisasi kebijakan Sistem Jaminan Sosial Nasional untuk perlindungan pekerja. Pernyataan ini disampaikan pada konferensi pers di kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Selasa, 15 September 2026. Tujuannya agar kebijakan tetap selaras dengan prinsip SJSN dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
DJSN Tegas Kawal Proses Kebijakan
Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN, Royanto Purba, menegaskan lembaganya aktif mengikuti setiap tahapan pembahasan, penyusunan, dan harmonisasi kebijakan. Menurut Royanto, pengawalan diperlukan supaya proses berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kami (DJSN) tetap hadir dalam PAK dan harmonisasi serta berkomitmen bersinkronisasi. Kami mendukung pemerintah memajukan kesejahteraan pekerja dan masyarakat Indonesia.
Undangan kepada Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan
Untuk menjawab kekhawatiran serikat pekerja, DJSN mengundang Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan memberikan penjelasan teknis dan kebijakan. Keterlibatan kedua lembaga dimaksudkan agar pertanyaan-pertanyaan kerja mendapatkan jawaban langsung dan komprehensif.
Keterbukaan publik merupakan salah satu prinsip SJSN dalam proses penyusunan kebijakan jaminan sosial bagi pekerja. Kami mengundang Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan memberikan penjelasan atas pertanyaan serikat pekerja.
Prinsip dan Tujuan Pengawalan
DJSN menekankan pengawalan didasarkan pada prinsip SJSN dan keterbukaan publik. Prinsip ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa hasil kebijakan sejalan dengan tujuan perlindungan sosial nasional dan tidak menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku.
Royanto menegaskan komitmen DJSN untuk memastikan sinkronisasi antar-instansi dalam rangka memajukan kesejahteraan pekerja dan masyarakat luas.
Kita akan terus mengawal proses kebijakan melalui tahapan pembahasan, penyusunan, dan harmonisasi. Kami memastikan kebijakan yang dihasilkan sejalan dengan tujuan sistem jaminan sosial nasional.
Langkah Selanjutnya
Dengan undangan kepada Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, DJSN membuka ruang dialog yang lebih luas. Langkah ini diharapkan memberikan kejelasan bagi serikat pekerja dan memperkuat legitimasi kebijakan sebelum diimplementasikan.
Pengawalan berkelanjutan oleh DJSN menjadi indikator bahwa proses harmonisasi akan tetap dipantau hingga kebijakan resmi ditetapkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...