Lokal

Kemenag Medan Buka Diklat Kurikulum Berbasis Cinta untuk 150 Guru RA

Bagikan:
Pembukaan Diklat Kurikulum Berbasis Cinta untuk 150 guru RA di Medan Marelan

MEDAN — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Medan, Dr H. Yose Rizal S.Ag MM, membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC yang diselenggarakan Pengurus IGRA Kecamatan Medan Marelan belum lama ini. Kegiatan diikuti 150 kepala dan guru Raudhatul Athfal se-Kecamatan Medan Marelan sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik anak usia dini.

Peserta dan tokoh yang hadir

Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat dan pengawas madrasah serta pengurus IGRA. Hadir antara lain Ketua Pokjawas Kemenag Kota Medan Sariyanto, Pengawas Madrasah Kecamatan Medan Marelan Hj. Hayatun Mardiyah M.Pd, Endan Nuraida S.Pd, dan Hj. Desy Yudiana MM.

  • Ketua IGRA Kecamatan Medan Marelan sekaligus ketua pelaksana Hj. Purnama M.Pd
  • Narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Medan: Widia Swara
  • Narasumber Hj. Rosyani Nasution S.Ag M.Pd

Tujuan dan fokus Diklat

Diklat KBC difokuskan untuk memperkuat profesionalitas guru RA dalam menyusun dan mengemas pembelajaran yang ramah anak, kreatif, dan bernilai agama. Yose Rizal menekankan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan agar guru mampu membentuk karakter, akhlak, kemandirian, dan kemampuan sosial anak.

Guru RA memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena berada pada fase awal pendidikan anak. Karena itu, kompetensi guru harus terus ditingkatkan agar proses pembelajaran tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk karakter, akhlak, kemandirian, dan kemampuan sosial anak

Pesan untuk pelaksana dan peserta

Dalam arahannya Yose Rizal meminta peserta tidak memandang Diklat hanya sebagai ajang mendapatkan sertifikat. Ia ingin ilmu dan pengalaman yang diperoleh langsung diterapkan di lembaga masing-masing sehingga benar-benar berdampak pada proses pembelajaran.

Diklat seperti ini jangan hanya dipandang sebagai kegiatan untuk mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting adalah ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di lembaga masing-masing

Yose juga mengingatkan agar metode pembelajaran disesuaikan dengan karakter anak usia dini. Menurutnya dunia anak adalah dunia bermain dan belajar, sehingga pembelajaran harus menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan.

Materi dan harapan penyelenggara

Ketua IGRA Kecamatan Medan Marelan Hj. Purnama menyatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen IGRA dalam mendukung peningkatan kualitas kepala dan guru RA. Narasumber memberikan pembekalan teknis dan wawasan yang diharapkan mendukung pengelolaan lembaga dan proses belajar mengajar di RA.

Implikasi dan tindak lanjut

Kasi Penmad menegaskan komitmen Kemenag Kota Medan untuk terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik RA. Peningkatan kompetensi diharapkan berujung pada mutu pendidikan yang lebih baik dan fondasi kuat bagi tumbuh kembang generasi penerus yang berilmu dan berakhlak mulia.

Peserta diharapkan aktif memanfaatkan forum ini untuk bertukar pengalaman dan menerapkan praktik terbaik saat kembali ke lembaga masing-masing.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait