Lokal

HIMNI Desak Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba di Nias

Bagikan:
Ilustrasi pengawasan pesisir dan upaya pemberantasan narkoba di Kepulauan Nias

Medan, 21 Oktober — DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Sumatera Utara mendesak Polda Sumut membongkar jaringan pemasok dan menangkap bandar sabu-sabu yang dinilai mengancam wilayah Pantai Barat Kepulauan Nias. Desakan itu disampaikan Ketua DPD HIMNI Sumut, Iman Jaya Berkat Harefa, saat memberi keterangan di Medan.

Desakan bongkar jaringan dan kejar bandar

HIMNI menilai penindakan yang hanya menahan kurir dan pengguna tidak cukup. Organisasi ini menuntut penyelidikan dikembangkan hingga menemukan pemasok dan pengendali jaringan.

"Semua bandar harus dikejar, jaringannya dibongkar, dan jalur pasokannya diputus," tegas Iman di Medan, Rabu (21/10).

Iman meminta Kapolda Sumut memberi perhatian khusus pada Kepulauan Nias agar tidak menjadi jalur peredaran yang merusak generasi muda.

Sorotan pada jalur laut dan desa pesisir

HIMNI menyebut kawasan pesisir dan jalur laut sebagai titik rawan masuknya narkoba. Mereka menekankan pengawasan tidak boleh terpusat pada perkotaan saja.

Karakter kepulauan, menurut HIMNI, membutuhkan strategi pengawasan yang menjangkau desa-desa pesisir dan titik masuk potensial.

Koordinasi antarlembaga dan penegakan hukum tanpa pandang bulu

HIMNI mendesak Polda Sumut berkoordinasi dengan polres, Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, dan unsur masyarakat. Tujuannya memperkuat pengawasan dan pemutusan rantai distribusi.

"Jangan cuma bangga dengan jumlah penangkapan. Ukur keberhasilan dari kemampuan membongkar jaringan dan memutus pasokan narkoba," kata Iman.

Mereka menegaskan penegakan hukum harus dilakukan tanpa pengecualian. Siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk oknum aparat, wajib diproses sesuai prosedur hukum.

Pencegahan harus berjalan seiring penindakan

HIMNI mengapresiasi program Gerakan Masyarakat (Germas) Tolak Narkoba yang digagas kepolisian. Namun, mereka menekankan pencegahan tidak boleh berdiri sendiri.

Menurut HIMNI, pencegahan harus diiringi penindakan tegas, terukur, dan berkelanjutan agar tidak sekadar menangkap pelaku lapangan tanpa menyentuh akar masalah.

Organisasi itu juga mengajak masyarakat Kepulauan Nias melapor bila menemukan indikasi peredaran narkoba. Mereka menekankan pelaporan via saluran resmi dengan mengutamakan keselamatan dan menghindari tindakan main hakim sendiri.

"Tidak boleh ada wilayah yang dibiarkan menjadi pasar narkoba. Tidak boleh ada bandar yang merasa kebal hukum. Selamatkan Nias sebelum generasi mudanya menjadi korban," pungkas Iman.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait