Mendes PDT: Desa Mandiri Meningkat Jadi 20.503
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto melaporkan jumlah desa mandiri di Indonesia bertambah menjadi 20.503 desa per 10 Juni 2026. Kenaikan ini setara dengan peningkatan sekitar 4,38 persen dibandingkan 2024, ketika tercatat 17.203 desa mandiri.
Perkembangan klasifikasi desa
Kementerian Desa dan PDT mencatat perubahan status desa secara menyeluruh. Selain peningkatan desa mandiri, jumlah desa maju juga meningkat, sedangkan desa berkembang berkurang.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Desa mandiri | 20.503 |
| Desa maju | 23.579 |
| Desa berkembang | 21.813 |
| Desa tertinggal | 4.672 |
| Desa sangat tertinggal | 4.694 |
| Desa belum terjangkau listrik PLN | 5.758 |
| Tingkat kemiskinan perdesaan (Sep 2025) | 10,72% |
Tantangan utama: kemiskinan dan infrastruktur
Meski terjadi kenaikan desa mandiri, Yandri mengingatkan masih ada pekerjaan rumah. Tingkat kemiskinan perdesaan pada September 2025 tercatat 10,72 persen, menunjukkan kerentanan ekonomi yang belum sepenuhnya teratasi.
"Ada perkembangan yang sangat baik. Desa mandiri meningkat ribuan, desa maju juga bertambah, sementara desa berkembang dan desa tertinggal terus berkurang,"
Selain angka kemiskinan, masih ada ribuan desa yang berstatus tertinggal atau sangat tertinggal. Kondisi ini diperparah oleh hampir 5.758 desa yang belum terjangkau layanan listrik PLN, yang berdampak pada pelayanan dasar dan kegiatan ekonomi.
Langkah pemerintah dan prioritas ke depan
Pemerintah akan memperkuat program pembangunan desa dan mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan. Langkah ini bertujuan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Sebagai bagian dari strategi percepatan, pemerintah menyiapkan program khusus untuk 30 kabupaten tertinggal dari total 416 kabupaten di Indonesia. Fokusnya meliputi peningkatan infrastruktur, akses listrik, serta program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi.
Perubahan status ribuan desa menunjukkan arah positif, namun upaya berkelanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan layanan dasar dan kesejahteraan merata di seluruh wilayah perdesaan.
Berita Terkait
Prabowo Targetkan Modernisasi 350 RS dan 10.000 Puskesmas
Presiden Prabowo menargetkan modernisasi 350–400 RS dan 10.000 puskesmas dalam tiga tahun untuk meningkatkan...
Antisipasi Kemarau, Petani Diminta Susun Jadwal Tanam
Petani diminta susun jadwal tanam lebih awal dan manfaatkan data curah hujan untuk antisipasi kemarau; punca...
Rp236 Miliar untuk Sumatra: Proyek LEVERAGE Prioritaskan Konservasi Hutan
Proyek LEVERAGE senilai US$14,4 juta (Rp236 miliar) prioritaskan Sumatra untuk penguatan pengawasan, penegak...
APDESI Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan
APDESI Merah Putih dorong desa jadi motor ekonomi dan benteng ketahanan pangan, dibahas dalam Rakernas 2026...
Beacon Academy Galang Rp40 Juta untuk Difabel Lewat Walkathon
Siswa Beacon Academy kumpulkan Rp40 juta lewat Walkathon untuk 20 kaki palsu bagi penyandang disabilitas, ba...
KPK Perluas JNBA ke Indonesia Timur, Sasar Pelajar dan Komunitas
KPK membawa program JNBA ke NTB dan NTT pada 2026, menyasar pelajar, komunitas lokal, dan UMKM untuk memperk...