Car Free Night Kesawan Dongkrak UMKM Medan
Medan — Car Free Night (CFN) di kawasan Kesawan, Kota Medan, terus didorong sebagai ruang aktivasi wisata dan penggerak ekonomi UMKM. Kegiatan rutin dua minggu sekali ini meningkat transaksi dan membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha lokal, menurut Wali Kota Medan Rico Waas saat wawancara, Jumat (21/8).
CFN jadi ruang ekonomi dan wisata
Rico Waas menyatakan peningkatan transaksi setiap pelaksanaan menunjukkan potensi ekonomi Car Free Night terus tumbuh. "Ini mengartikan juga potensi ekonominya meningkat," kata Rico.
Kegiatan malam tersebut diarahkan menampilkan kebudayaan lokal, musik anak muda, dan kreativitas komunitas. Berbeda dengan Car Free Day setiap Minggu yang lebih fokus pada olahraga, CFN memberi panggung seni dan kegiatan kreatif.
Penguatan Kawasan Kesawan
Kesawan ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 1
Lapangan Merdeka juga dimanfaatkan sebagai ruang publik multifungsi untuk olahraga, kegiatan kenegaraan, agenda pemerintah, dan acara swasta. Menurut Rico, semua aktivasi harus selaras dengan pelestarian nilai sejarah kawasan.
"Ini untuk aktivasi agar nantinya masyarakat aware ataupun memahami ini adalah daerah wisata, daerah tempat berkumpulnya masyarakat,"
Rico mencontohkan revitalisasi Pos Bloc yang mempertahankan esensi bangunan cagar budaya sekaligus memberi ruang bagi UMKM. Ia menegaskan setiap pembangunan baru tidak boleh mengubah bentuk bangunan cagar budaya dan akan diarahkan oleh Pemko bersama pihak swasta.
Dukungan konkret bagi UMKM
Pemerintah kota menilai potensi UMKM Medan besar karena kualitas dan keunikan produk lokal. Untuk itu, sejumlah langkah dukungan dilaksanakan.
- Pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
- Dukungan akses perbankan dan pembiayaan.
- Penyediaan ruang etalase dan program inkubasi produk.
- Perluasan pemasaran melalui gelar UMKM dan kerja sama dengan swasta.
Rico menyebut beberapa produk unggulan Medan sudah mendapat ruang etalase di jaringan ritel nasional seperti Uniqlo, sebagai salah satu contoh perluasan pasar melalui kolaborasi swasta.
Jangkauan pengunjung dan prospek
Pengunjung CFN tidak hanya dari Kota Medan, tetapi juga datang dari Deli Serdang, Kisaran, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi. Kondisi ini mulai membentuk sentra aktivitas menarik di pusat kota.
Pemko akan melanjutkan aktivasi kawasan sambil menjaga warisan budaya. Langkah ini diharapkan meningkatkan visibilitas destinasi, memperluas pasar UMKM, dan memperkuat ekonomi kreatif lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRD Medan Serahkan Pemandangan Umum atas Ranperda APBD 2027
Wali Kota Rico Waas hadiri Paripurna DPRD Medan saat fraksi-fraksi memberi catatan dan meminta penjelasan Ra...
Kelangkaan BBM dan Antrean Panjang di Riau hingga Padanglawas
Pitra Romadoni soroti antrean panjang dan kelangkaan BBM dari Riau hingga Padanglawas, mendesak evaluasi dis...
Polres Langsa Tangkap Pelaku Pencurian ECU Daihatsu Grand Max
SS (39) ditangkap di Langsa terkait pencurian ECU Daihatsu Grand Max di sembilan lokasi; polisi mengamankan...
Proyek Strategis Padanglawas Terancam Molor, Beberapa Belum Rampung
Beberapa proyek strategis Padanglawas diperkirakan tidak selesai sesuai kontrak 2026; banyak paket baru menc...
Kapolres Binjai dan Langkat Beri Kejutan HUT TNI ke-81
Kapolres Binjai dan Kapolres Langkat mengunjungi Kodim dan batalyon untuk memberi kejutan dan memperkuat sin...
Bupati Muharram Pimpin Rapat OPD Aceh Besar untuk Perkuat Koordinasi
Bupati Muharram Idris pimpin rapat OPD Aceh Besar pada 5 Oktober 2026 untuk perkuat koordinasi, evaluasi pro...