Target Bursa Karbon Komunitas untuk Mangrove CMC Tiga Warna
Malang — Ketua BAKN DPR Andreas Eddy Susetyo menargetkan kawasan konservasi mangrove Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Malang Selatan, terdaftar di bursa karbon berbasis komunitas. Pernyataan itu disampaikan saat penanaman bibit mangrove dan pembersihan sampah pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Target dan tujuan
Andreas mengatakan tujuan pendaftaran ke bursa karbon adalah memberi nilai ekonomi langsung kepada masyarakat yang merawat ekosistem pesisir. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan komunitas yang didampingi sejak 2019.
“Target besar kita adalah menjadikan kawasan ini terdaftar di bursa karbon pertama berbasis komunitas. Ini jadi starting point kita yang tentu tidak mudah,”
Kegiatan dan capaian lapangan
Kegiatan di CMC Tiga Warna dihadiri oleh pengurus partai, kader, dan masyarakat setempat. Penanaman bibit mangrove dilakukan bersama penggerak konservasi dan diiringi aksi bersih-bersih kawasan.
- Hadir antara lain: Hasto Kristiyanto, Tri Rismaharini, Eriko Sotarduga, serta jajaran DPC PDI Perjuangan Malang Raya.
- Masyarakat setempat telah menanam sekitar 35.000 mangrove secara swadaya.
- Penanaman direncanakan berkelanjutan dengan target hingga 10,5 hektare per tahun.
Pendampingan, standar, dan sertifikasi
Andreas menegaskan proses masuk pasar karbon menuntut pendampingan teknis. Pemenuhan standar dan sertifikasi internasional menjadi prasyarat agar kredit karbon diakui di pasar global.
Dengan sertifikasi, upaya penanaman dan perawatan mangrove diharapkan mendapatkan pengakuan serta membuka peluang nilai ekonomi dari perdagangan karbon.
Model ekonomi lokal: silvofishery dan ekowisata
Untuk keberlanjutan, Andreas menawarkan model pengembangan ekonomi lokal melalui silvofishery, yakni kombinasi budidaya perikanan dan pelestarian mangrove, serta pengembangan ekowisata.
Pendekatan ini dimaksudkan agar masyarakat memperoleh mata pencaharian tanpa mengorbankan fungsi ekologis pesisir, sehingga konservasi didukung oleh aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Rencana perluasan dan partisipasi generasi muda
Andreas memproyeksikan model pemberdayaan ini diperluas ke berbagai kawasan pesisir lain, termasuk Surabaya, Gresik, NTT, dan Papua. Perluasan akan melibatkan komunitas Tunas Hijau yang mengikutsertakan generasi muda, pelajar, dan keluarga.
“Harus ya, sebuah kebijakan harus bisa dirasakan oleh mereka yang benar-benar menanam dan merawat. Jadi perdagangan karbon dan nilai ekonomi lingkungan tidak hanya dinikmati korporasi besar, tetapi langsung oleh komunitas lokal yang menjaga pantai ini,”
Model bursa karbon berbasis komunitas di CMC Tiga Warna diharapkan menjadi percontohan yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Risma: Segera Pulihkan Air Sumur Tercemar di Sumber Agung, Malang
Risma mendesak pemulihan cepat air sumur yang diduga tercemar pertambangan kapur di Sumber Agung, Malang, sa...
Sri Untari Meski Kaji Ulang Pembayaran Gaji ASN lewat Koperasi Merah Putih
Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari minta Kemenkop kaji wacana bayar gaji ASN lewat Koperasi Merah Putih ka...
PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional 9–14 November 2026
PDI Perjuangan menggelar Pekan Sampah Nasional 9–14 November 2026, dengan pemilahan, pengolahan, dan gotong...
Hasto Ajak Generasi Muda Pimpin Rehabilitasi Mangrove di Malang
Hasto ajak generasi muda pimpin rehabilitasi mangrove di Clungup, Malang; tekankan perawatan, keterlibatan k...
125 Anak Ikut Lomba Mewarnai Tugu Keris HUT ke-757 Sumenep
Komunitas Lakona Lakone menggelar lomba mewarnai Tugu Keris untuk TK/SD pada 17 Okt 2026 di Sumenep, diikuti...
Hasto Usul Moratorium Hutan dan Tata Ruang untuk Atasi Karhutla
Hasto usulkan moratorium alih fungsi hutan dan pembenahan tata ruang sebagai solusi jangka panjang mengatasi...