Nasional

Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP Hingga Maret 2027

Bagikan:

Perum Bulog menyatakan siap menyalurkan tambahan 1 juta ton beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Maret 2027. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Selasa, 8 September 2026, sebagai upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan beras menjelang akhir tahun dan hingga masa panen berikutnya.

Dasar keputusan dan pihak yang terlibat

Penambahan alokasi ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas tentang pengelolaan dan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah. Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional.

Hadir pula pejabat dari BP BUMN serta beberapa pihak terkait yang memberikan arahan teknis dan kebijakan. Keputusan ini diambil untuk merespons potensi lonjakan permintaan akhir tahun serta periode sebelum panen pada awal 2027.

Kebutuhan, stok, dan realisasi distribusi

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa alokasi awal berjumlah 828 ribu ton. Hingga kini realisasi penyaluran dari alokasi tersebut mencapai sekitar 92 persen, sehingga stok di gudang tersisa sekitar 80 ribu ton.

Ia menuturkan bahwa sebenarnya kebutuhan mendesak hanya untuk periode September sampai Desember 2026. Namun pemerintah memberi arahan untuk memastikan pasokan hingga awal tahun 2027 ketika masa panen belum berlangsung.

Kebutuhan kami sebenarnya hanya untuk September, Oktober, November, Desember. Tapi arahan dari Pak Menko dan Pak Mentan, kan di bulan Januari, Februari 2027 itu kan belum ada panen. Panen nanti di bulan Maret 2027

Rencana penyaluran dan jalur distribusi

Distribusi tambahan 1 juta ton beras SPHP akan dilakukan bertahap dan melalui berbagai saluran resmi. Bulog menyiapkan mekanisme penyaluran yang sudah berjalan untuk memastikan jangkauan ke masyarakat.

  • Rumah Pangan Kita (RPK)
  • SP2KP
  • saluran distribusi pemerintah dan mitra lainnya

Nah 1 juta ton beras SPHP tambahan ini untuk mitigasi karena akhir tahun biasanya kebutuhan meningkat, seperti menjelang Natal dan tahun baru. Kami antisipasi dengan menambah beras SPHP tersebut sesuai arahan dari Menko Pangan

Implikasi dan langkah ke depan

Penambahan stok ini bertujuan menekan gejolak harga dan menghindari kelangkaan saat permintaan meningkat. Bulog dan instansi terkait akan memonitor penyaluran agar stok mencukupi hingga masa panen kembali stabil pada Maret 2027.

Pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan alokasi lebih lanjut jika kondisi pasar atau hasil panen berubah dalam beberapa bulan mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait