Pemutakhiran DTSEN Tambah 4,33 Juta Penerima Bansos
Pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menambah 4.330.417 keluarga penerima manfaat (KPM) bansos. Pengumuman itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada konferensi pers di Kementerian Sosial, Selasa, 8 September 2026. Penambahan dilakukan karena keluarga tersebut masuk pada desil 1 hingga 4 dan sebelumnya belum tercatat sebagai penerima.
Penambahan dan jenis bantuan
Menurut Mensos, penambahan penerima terjadi setelah proses pemutakhiran data berkala yang melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Perbaikan data mencakup program bantuan yang berbeda.
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bantuan pangan atau sembako
- Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Sudah ada 4.330.417 keluarga penerima manfaat yang baru
Perbaikan data per triwulan
DTSEN mulai digunakan sebagai basis penyaluran bansos sejak Triwulan II 2025, menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Pemutakhiran dilakukan setiap triwulan untuk memastikan kelayakan penerima.
| Periode | Penambahan KPM Baru |
|---|---|
| Triwulan II 2025 | 1.379.043 |
| Triwulan III 2025 | 1.696.007 |
| Triwulan I 2026 | 1.179.506 |
| Triwulan II 2026 | 56.276 |
| Triwulan III 2026 | 19.585 |
Perubahan komposisi penerima
Perbaikan data juga mengubah komposisi penerima berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Pada Triwulan II 2026, seluruh penerima PKH dan bantuan sembako berada pada desil 1 hingga 4.
Jumlah penerima PKH pada desil 1 hingga 4 naik dari sekitar 8,33 juta keluarga menjadi 10 juta keluarga. Sedangkan penerima bantuan sembako meningkat dari sekitar 14,20 juta menjadi 18,25 juta keluarga.
Di balik setiap data yang dirapikan oleh pemerintah, ada kehidupan yang akhirnya memiliki harapan lebih baik ke depan
Dampak langsung ke masyarakat
Kepala Badan Pusat Statistik menyebut pemutakhiran berdampak nyata. Ia mencontohkan Mariatun dari Jawa Tengah yang setelah tercatat dalam DTSEN akhirnya menerima PKH. Namun pemutakhiran juga membuat sebagian penerima sebelumnya tidak lagi tercatat.
Ini contoh-contoh mereka yang sebelumnya tidak mendapatkan bansos, sekarang mendapatkan bansos. Sebaliknya, ada juga yang sebelumnya mendapatkan, sekarang tidak mendapatkan lagi
Tujuan dan tindak lanjut
Mensos menegaskan pemutakhiran data dilakukan agar bantuan sosial semakin tepat sasaran. Pemerintah akan terus memperbarui data untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengoreksi penerima yang kondisinya telah berubah.
Dengan pembaruan berkala, pemerintah berharap bantuan lebih efektif dan alokasi anggaran tepat pada penerima yang paling membutuhkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...