Nasional

Pemerintah Tambah SPHP Jagung Pakan 150 Ribu Ton untuk Peternak UMKM

Bagikan:
Penumpukan jagung pipilan di gudang Bulog untuk program SPHP jagung pakan

Pemerintah menambah alokasi SPHP jagung pakan sebesar 150.000 ton

Penambahan alokasi dan perpanjangan program

Dalam rapat koordinasi, pemerintah meminta Perum Bulog menambah dan memperpanjang penyaluran SPHP jagung pakan. Bulog diminta menyediakan pasokan selama peternak masih membutuhkan.

"Ada tambahan lagi. SPHP jagung 150 ribu ton," kata Amran di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Pemerintah juga meminta agar penyaluran diperpanjang hingga akhir 2026 agar pasokan jagung pakan tetap tersedia saat musim paceklik berlangsung.

Skema harga dan mekanisme penyaluran

Harga SPHP jagung ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog, dengan harga maksimal di tingkat peternak sebesar Rp5.500 per kilogram. Penyaluran difokuskan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian.

"Bulog punya jagung. Kita minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk meng-supply peternak UMKM. Bukan yang pabrik besar," ucap Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Penyaluran mempertimbangkan kondisi panen dan harga jagung di sentra produksi agar bantuan tepat sasaran.

Capaian program hingga 7 September 2026

Program SPHP jagung pakan tahap pertama dimulai awal Mei 2026 dengan kuota total 213,2 ribu ton untuk peternak mikro, kecil, dan menengah. Hingga 7 September 2026, realisasi penyaluran mencapai 143,5 ribu ton, atau 59,5 persen dari target gabungan tahap pertama dan kedua sebesar 241,2 ribu ton.

Item Jumlah (ton)
Kuota tahap pertama 213.200
Target gabungan tahap I & II 241.200
Realisasi hingga 7 Sep 2026 143.500
Tambahan alokasi 150.000

Penyaluran telah menjangkau peternak di 33 provinsi. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan penerima terbanyak, yaitu 3.690 peternak, diikuti Jawa Tengah dengan 2.017 penerima.

Harga jagung di tingkat peternak

Bapanas mencatat harga rata-rata jagung pipilan kering di tingkat peternak mencapai Rp5.922 per kilogram hingga 7 September 2026. Angka ini 7,67 persen di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram.

Provinsi Harga rata-rata (Rp/kg)
Lampung 6.600
Sumatera Utara 5.437

Dampak dan prospek

Pemerintah menegaskan program ini khusus menyasar peternak nonkorporasi agar UMKM peternakan memperoleh pakan dengan harga terjangkau. Dengan penambahan 150 ribu ton dan perpanjangan penyaluran hingga akhir tahun, diharapkan tekanan pasokan saat paceklik berkurang dan keberlangsungan usaha peternak tetap terjaga.

Catatan: Penyaluran dan perpanjangan program tetap bergantung pada kebutuhan lapangan dan kondisi harga serta panen di sentra produksi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait