Lokal

Aceh Salurkan Bufferstock 2026 Senilai Rp5,38 Miliar ke 3 Kabupaten

Bagikan:
Penyerahan bantuan bufferstock di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, untuk kesiapsiagaan bencana

Pemerintah Aceh mulai mendistribusikan bufferstock penanggulangan bencana tahun 2026 ke kabupaten/kota pada Selasa, 1 September 2026, di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh. Langkah ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan logistik agar kebutuhan dasar korban bencana dapat segera dipenuhi.

Penyerahan simbolis dan pejabat hadir

Penyaluran bantuan dilepas secara simbolis oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah. Acara tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh A. Murtala, Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, Staf Ahli Gubernur Husnan, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Akkar Arafat.

Pada kesempatan itu, bantuan diserahkan untuk tiga kabupaten secara simbolis: Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya, sebelum didistribusikan lebih luas ke daerah lain sesuai kebutuhan.

Isi bantuan dan nilai masing-masing

Untuk setiap kabupaten, pemerintah menyiapkan satu truk berisi kebutuhan dasar penanggulangan bencana. Paket bantuan mencakup perlengkapan tempat tinggal sementara, pangan, sandang, dan peralatan rumah tangga dasar.

  • Tenda serbaguna
  • Pangan dan sandang
  • Kid ware dan family kits
  • Bahan bangunan rumah (BBR)
  • Perlengkapan dapur

Kabupaten Nilai Bantuan (Rp)
Aceh Jaya 1.575.842.738
Aceh Barat 1.917.316.966
Nagan Raya 1.886.331.683

Total nilai bantuan yang disalurkan secara simbolis kepada ketiga kabupaten mencapai sekitar Rp5,38 miliar.

Tujuan distribusi dan cakupan

Wakil Gubernur menegaskan bahwa penyaluran bufferstock tidak hanya untuk tiga kabupaten tersebut. Pemerintah menyiapkan bantuan serupa untuk seluruh kabupaten/kota di Aceh guna memperkuat kesiapsiagaan logistik ketika bencana terjadi.

"Langkah ini menunjukkan upaya Pemerintah Aceh untuk tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan melalui ketersediaan logistik yang cepat dimobilisasi ke wilayah terdampak," ujar Wagub Fadhlullah.

Distribusi awal ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah memperpendek waktu respons pada masa tanggap darurat. Ke depan, logistik akan disesuaikan berdasarkan evaluasi kebutuhan tiap wilayah dan potensi ancaman bencana.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait