DPRD Minta Kajian Ulang BRT Medan, Beban APBD Bisa Rp500 Miliar/Tahun
MEDAN — Komisi IV DPRD Kota Medan meminta kajian ulang terkait proyek BRT yang digagas Kementerian Perhubungan. Permintaan itu muncul setelah perhitungan menunjukkan proyek dapat menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga sekitar Rp500 miliar per tahun. Rapat evaluasi berlangsung di ruang Komisi IV Gedung DPRD Medan pada Senin (31/8).
Alasan kekhawatiran dewan
Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, mempertanyakan kemampuan APBD Kota Medan menanggung beban operasional proyek. Data sementara menunjukkan pengoperasian 60 unit bus listrik saat ini menyebabkan defisit anggaran sekitar Rp81 miliar per tahun. Jika armada ditambah menjadi 250 unit sebagaimana rencana BRT, diperkirakan beban meningkat hingga sekitar Rp500 miliar per tahun.
“Untuk saat ini saja dengan pengoperasian 60 bus listrik, Pemko Medan harus defisit anggaran sekitar Rp81 miliar. Jika armada mencapai 250 unit, beban bisa mencapai Rp500 miliar. Bagaimana kajiannya ini?”
Rekomendasi rapat evaluasi
Rapat yang dihadiri anggota Komisi IV bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan dan jajarannya merekomendasikan agar Pemko Medan melakukan kajian ulang sebelum menyetujui ekspansi BRT. Dewan juga meminta dilibatkan dalam pengambilan keputusan, khususnya yang menyangkut penggunaan anggaran dan pembagian tanggung jawab biaya.
Komisi IV menegaskan bahwa solusi pembiayaan perlu jelas, apakah beban operasional akan ditanggung penuh oleh Pemko, dibagi dengan pemerintah pusat, atau melalui skema kerja sama lain.
Tanggapan Dinas Perhubungan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution, menyatakan Pemko sedang berupaya berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar beban biaya tidak sepenuhnya ditanggung daerah. Keputusan akhir terkait pembiayaan penambahan armada dan kelanjutan operasional BRT belum ditetapkan.
“Pemko Medan sedang berusaha koordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar beban itu tidak ditanggung Pemko Medan,”
Angka biaya dan jadwal proyek
Dalam perencanaan, Pemko berencana menambah armada hingga sekitar 250 unit bus untuk mendukung BRT. Proyek ditargetkan selesai pada Juli 2027 dan dimaksudkan mengurai kemacetan serta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
| Jumlah Bus | Perkiraan Beban APBD/Tahun |
|---|---|
| 60 unit | Rp81 miliar |
| 250 unit (rencana) | Rp500 miliar |
Komisi IV meminta agar kajian teknis dan finansial disampaikan secara terbuka kepada DPRD sebelum keputusan final. Kejelasan pembiayaan akan menentukan kelanjutan proyek dan dampaknya terhadap keseimbangan APBD Kota Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Taqwaddin: Cendekiawan ICMI Aceh Harus Hadirkan Keteladanan
Ketua MPW ICMI Aceh Dr Taqwaddin ajak cendekiawan gabungkan kecerdasan dengan keteladanan dan kerja nyata un...
Debit Mata Ie Menurun, Perumdam Siapkan Mobil Tangki dan SPAM
Debit Mata Ie di Aceh Besar menurun sepanjang 2026; Perumdam siapkan mobil tangki dan dorong pembangunan SPA...
143 Lulusan STMIK TIME Diwisuda, Siap Melangkah ke Dunia Kerja
Sebanyak 143 lulusan STMIK TIME diwisuda di Medan; lulusan diimbau terus memperbarui kompetensi di tengah di...
Banjir Belawan, Wali Kota Medan Turun Lapangan; Bendungan Jebol
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong di Belawan saat ancaman banjir, sementara tanggul Pulo Payu...
Jeffry Barata Lubis Terpilih Aklamasi Ketua SMSI Madina 2026-2029
Jeffry Barata Lubis terpilih aklamasi sebagai Ketua SMSI Madina 2026-2029 dalam Musyawarah I di Panyabungan,...
Rico Waas Usulkan 35% APBD untuk Benahi Medan Utara
Wali Kota Medan Rico Waas pimpin gotong royong di Belawan dan usulkan 35% APBD untuk perbaikan infrastruktur...