Lokal

PP DMI Gelar Pelatihan Manajemen Akustik Masjid di Medan

Bagikan:
Peserta pelatihan manajemen akustik masjid di Medan mengikuti sesi teknis

Medan — Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) menggelar Pelatihan Manajemen Akustik Masjid Batch IV di Gedung/Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Kamis (27/8). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Sumatera Utara dalam memahami dan mengelola sistem tata suara atau sound system secara tepat.

Pelatihan dan peserta

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu dihadiri sekitar 125 peserta. Mereka berasal dari berbagai BKM di Sumatera Utara. Pelatihan dibuka oleh Parlindungan Pane, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dan ditutup oleh Sekretaris Jenderal PP DMI, Dr. H. Rahmat Hidayat SH MT.

Hadir pula perwakilan BPJS, Kakanwil Kemenag Sumut yang diwakili Hairuddin, S.Ag, MA, perwakilan MUI Kota Medan, serta pengurus BKM dari berbagai daerah. Sesi teknis menghadirkan Duwi SE sebagai Manager Marketing Paragon dari perusahaan TOA sebagai narasumber.

Mengatasi masalah kualitas suara masjid

PP DMI menyatakan pelatihan ini sebagai respons terhadap masalah akustik yang sering ditemui di masjid. Banyak masjid sudah memiliki perangkat sound system, namun kualitas suara masih belum optimal sehingga pesan sulit dipahami jamaah.

"Banyak masjid, tetapi ketika khutbah berlangsung suara tidak jelas terdengar karena tata letak speaker yang kurang tepat. Akibatnya, jamaah tidak nyaman mengikuti alur penyampaian khatib,"

Menurut Sekretaris Jenderal PP DMI Dr. H. Rahmat Hidayat SH MT, persoalan tidak hanya muncul saat salat Jumat, tetapi juga mengganggu pengajian, ceramah, dan kegiatan dakwah lain. Oleh karena itu, pengurus masjid perlu memahami dasar-dasar manajemen akustik dan pengaturan perangkat agar suara tersampaikan jelas kepada seluruh jamaah.

Peran teknisi dan dukungan sponsor

Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia, Irhamuddin Siregar, menilai kehadiran teknisi dan sponsor sangat penting. Ia menyebut banyak masjid di Sumut yang masih mengalami gema berlebih, getaran, dan kualitas suara yang tidak bersih.

"Nah kehadiran teknisi TOA dan paragon sebagai sponsor sangat lah berarti buat BKM, sehingga jamaah betah dan jelas memahami isi yang disampaikan khatib atau penceramah,"

Sesi dari pihak TOA dan Paragon memberikan pemahaman teknis tentang penempatan speaker, pengaturan mixer, serta pemecahan masalah umum pada sistem suara masjid.

Target jangka panjang: cetak teknisi masjid

Program pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian nasional PP DMI yang sebelumnya digelar di Jakarta, Bandung, dan Sumatera Barat. Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah lanjutan.

PP DMI menargetkan pembentukan jaringan teknisi sound system masjid yang memadai di tingkat daerah dan Pimpinan Daerah (PD) DMI. Tujuannya agar kebutuhan masjid terhadap tenaga teknis yang paham akustik dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

"Dalam program ini PP DMI menargetkan terbentuknya jaringan teknisi sound system masjid dalam jumlah besar, sehingga kebutuhan masjid terhadap tenaga yang memahami tata suara dapat dipenuhi secara lebih baik,"

Dengan peningkatan kompetensi pengurus dan ketersediaan teknisi terlatih, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah yang nyaman, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat yang efektif karena pesan dapat disampaikan dengan jelas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait