BRIN Dorong Co-Funding dengan UNDP untuk Percepat Pencapaian SDGs
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong skema co-funding dan hibah bersama United Nations Development Programme (UNDP) untuk mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif ini dibahas dalam BRIN-UNDP Working Session di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu 3 Juni 2026, sebagai upaya menguatkan ekosistem riset nasional melalui kolaborasi pendanaan internasional.
Alasan dorongan skema pendanaan
Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Raden Arthur Ario Lelono, menyatakan bahwa pendanaan merupakan kunci pengembangan riset dan inovasi. Arthur menekankan pentingnya memperluas kerja sama internasional untuk memaksimalkan sumber daya dan kapabilitas nasional.
Penguatan kolaborasi riset internasional merupakan suatu keniscayaan yang mau tidak mau harus kita optimalkan melalui berbagai skema pendanaan kolaboratif
Model kerja sama yang ditawarkan
BRIN menawarkan tiga model pendanaan yang dapat dikembangkan bersama UNDP. Ketiganya dirancang untuk fleksibilitas dan menyesuaikan mekanisme pendanaan mitra internasional.
- Hibah langsung: dana diproyeksikan disalurkan langsung kepada penerima grant.
- Hibah via lembaga pengelola: hibah dikelola melalui lembaga seperti LPDP sebelum disalurkan kepada peneliti melalui skema kompetitif.
- No money cross-border policy: masing-masing negara mendanai penelitinya sendiri dalam satu proyek kolaboratif, sehingga dana domestik hanya memfasilitasi peneliti nasional.
Skema pendanaan BRIN
Arthur menjelaskan BRIN memiliki dua kelompok skema pendanaan utama. Pertama, pendanaan riset dari tahap hulu hingga hilir. Kedua, pendanaan untuk hilirisasi dan pemanfaatan hasil riset oleh industri dan startup. Skema ini membuka peluang integrasi dengan mekanisme UNDP.
Skala kerja sama saat ini dan potensi RIIM
Hingga kini BRIN telah membangun kerja sama pendanaan internasional senilai sekitar Rp142 miliar melalui tiga kolaborasi multilateral dan sembilan kolaborasi bilateral. Salah satu program potensial untuk dikolaborasikan adalah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kolaborasi, yang dinilai cocok untuk pengembangan mekanisme co-funding.
Kami berharap diskusi hari ini dapat menginisiasi proyek hibah maupun co-funding dari UNDP dengan topik-topik spesifik yang sesuai kebutuhan nasional, sehingga dapat meningkatkan dukungan dan modalitas riset secara keseluruhan
Implikasi dan langkah selanjutnya
Kolaborasi pendanaan BRIN-UNDP berpotensi mempercepat implementasi program SDGs yang relevan dengan prioritas nasional. Langkah konkret selanjutnya meliputi penyusunan proposal proyek bersama, identifikasi topik prioritas, dan pengaturan mekanisme administrasi untuk co-funding sesuai model yang disepakati.
Dengan kerangka yang jelas dan modalitas pendanaan yang beragam, kerja sama ini diharapkan memperkuat kapasitas penelitian nasional dan mempercepat transformasi hasil riset menjadi solusi pembangunan berkelanjutan.
Berita Terkait
Angin Pembunuh Galaksi Ungkap Penyebab Galaksi Mati Dini
Pengamatan JWST dan ALMA menemukan aliran gas cepat di CRISTAL-02 yang menghentikan pembentukan bintang dan...
James Webb Temukan Bukti Kuat 'Bintang Lubang Hitam' GLIMPSE-17775
James Webb menemukan bukti kuat fenomena 'bintang lubang hitam' pada GLIMPSE-17775 melalui analisis spektrum...
James Webb Temukan Bukti Kuat 'Bintang Lubang Hitam' GLIMPSE-17775
James Webb merekam bukti kuat fenomena "bintang lubang hitam" pada GLIMPSE-17775 lewat spektrum mendalam yan...
UPJ Gelar CS4ALL untuk Perkuat Literasi Keamanan Siber
UPJ menggelar CS4ALL pada 11 Juni 2026 untuk memperkuat literasi keamanan siber bagi mahasiswa, siswa SMK, d...
175 Produk Digital Lengkapi Self-Assessment di Bawah PP Tunas
Kementerian Kominfo: 175 produk digital dari 64 penyelenggara telah menyerahkan self-assessment wajib di baw...
ASTRAL Andalkan Smart Window dan Fasad 3D di IndoBuildTech 2026
ASTRAL pamerkan AFT Smart Window, pintu LUCE, dan fasad 3D pada Business Impact menjelang IndoBuildTech Expo...