Nasional

BRIN Bangun Jaringan Fasilitas Riset di Seluruh Indonesia

Bagikan:

Kepala BRIN Arif Satria menyatakan BRIN tengah membangun jaringan fasilitas riset strategis di berbagai wilayah Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Tujuannya memperkuat kapasitas riset nasional agar tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga mengembangkannya sendiri.

Jaringan fasilitas riset yang dibangun

Menurut Arif, proyek ini mencakup beragam fasilitas unggulan yang disebar secara nasional. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung penelitian dasar dan terapan sekaligus mempercepat inovasi teknologi lokal.

  • Reaktor nuklir untuk riset energi dan aplikasi kesehatan
  • Observatorium terbesar di Asia Tenggara untuk astronomi dan ilmu antariksa
  • Stasiun bumi satelit untuk pemantauan dan komunikasi
  • Laboratorium genomik terbaik di Asia Tenggara untuk riset kesehatan dan bioteknologi
  • Pusat komputasi berperforma tinggi yang masuk daftar TOP 500 dunia
  • Fasilitas pengujian untuk pesawat, kereta api, roket, dan teknologi kemaritiman

Arif menegaskan infrastruktur ini menjadi fondasi kapabilitas teknologi Indonesia. Dengan fasilitas tersebut, riset nasional dapat beralih dari sekadar penggunaan menjadi pengembangan teknologi mandiri.

“Bapak presiden, BRIN membangun jaringan fasilitas riset strategis yang tersebar di seluruh Indonesia. Di dalamnya terdapat reaktor nuklir, observatorium terbesar di Asia Tenggara, stasiun bumi satelit, laboratorium genomik terbaik di Asia Tenggara,”

Kolaborasi dan hilirisasi hasil riset

BRIN juga memperkuat kerja sama dengan sektor usaha, perguruan tinggi, dan sekolah. Program-program seperti BRIN Goes to Nobel Prize, BRIN Goes to School, dan BRIN Goes to Campus dirancang untuk menumbuhkan budaya riset dan regenerasi talenta ilmiah.

Untuk mendorong pemanfaatan riset oleh industri, BRIN rutin menggelar BRIN Goes to Industry. Langkah ini bertujuan mempercepat hilirisasi dan adopsi teknologi oleh pelaku usaha nasional.

“Infrastruktur inilah yang menjadi fondasi agar Indonesia tidak hanya menggunakan teknologi. Tetapi juga mampu mengembangkan teknologinya sendiri,”

Komitmen peningkatan pendidikan unggulan

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan meningkatkan investasi di bidang pendidikan sebagai upaya jangka panjang. Fokusnya pada perbaikan fasilitas sekolah dan pembangunan sekolah unggulan bagi siswa berbakat.

“Inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita, saya ingin perbaiki semua sekolah dari fisik. Kita juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar bisa kita seleksi nanti dia kejar universitas-universitas terbaik di dunia,”

Presiden menambahkan bahwa kurikulum unggulan di sekolah-sekolah tersebut akan mengadopsi International Baccalaureate (IB) dan bekerja sama dengan universitas terbaik dunia, melalui skema joint atau KSO, sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia.

Dengan pembangunan fasilitas riset dan penguatan pendidikan, pemerintah berharap mencetak ekosistem inovasi yang mendukung kemandirian teknologi dan daya saing global Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait