BPOM Gelar Safe Sound Fest untuk Cegah Penyalahgunaan Obat
BPOM menggelar Safe Sound Fest di SMA Negeri 70 Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026, sebagai upaya edukasi mencegah penyalahgunaan obat di kalangan pelajar dan pemuda. Kegiatan ini memadukan kampanye nasional, musik, dan pembinaan untuk menanamkan pesan pencegahan sejak usia sekolah.
Apa dan siapa yang terlibat
Festival ditujukan kepada pelajar dan generasi muda sebagai sasaran utama. Penyelenggara utama adalah BPOM, dengan dukungan lintas sektor yang melibatkan kepolisian, sekolah, serta berbagai kementerian terkait.
- BPOM
- Kepolisian
- Sekolah dan pelajar
- Berbagai kementerian terkait
Alasan fokus pada remaja
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menilai remaja berada pada fase rentan yang menentukan arah hidup dan cita-cita. Oleh sebab itu, intervensi sejak masa sekolah dinilai krusial untuk mencegah dampak jangka panjang penyalahgunaan obat.
"Masa SMA adalah masa yang sangat menentukan arah kehidupan seseorang. Fase ini sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan ketergantungan obat,"
Taruna menekankan bahwa penyalahgunaan obat dapat memicu gangguan kesehatan mental dan mengancam produktivitas serta masa depan generasi muda.
"Jangan hilang masa depan dan cita-cita karena obat-obatan tertentu. Penyalahgunaannya dapat menyebabkan gangguan jiwa bahkan kematian,"
Strategi edukasi lewat musik dan kampanye
Deputi Bidang Penindakan BPOM, Tubagus Ade Hidayat, menyatakan pendekatan hukum saja tidak cukup. Ia menilai edukasi dan pembinaan sejak usia sekolah harus diperkuat untuk memberikan solusi yang lebih menyeluruh.
"Pendekatan hukum semata tidak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan. Karena itu, edukasi dan pembinaan harus diperkuat sejak usia sekolah,"
Tubagus menjelaskan rangkaian kampanye nasional telah dimulai sejak awal Mei. Puncak kegiatan mengutamakan pelajar sebagai target agar pesan pencegahan tersampaikan lebih efektif.
"Musik dipilih sebagai media untuk menarik partisipasi generasi muda. Harapannya, pesan pencegahan dapat diterima lebih efektif dan menyenangkan,"
Langkah ke depan
BPOM menegaskan kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memastikan program edukasi menjangkau lebih banyak sekolah. Pendekatan kombinasi antara kampanye, pembinaan, dan penegakan hukum direncanakan berkelanjutan.
Dengan memadukan media yang relevan bagi remaja dan sinergi antar-institusi, BPOM berharap upaya pencegahan ini dapat menjaga masa depan generasi muda dari risiko penyalahgunaan obat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...