BPOM dan BPS Perkuat Sinergi Dukung Sensus Ekonomi 2026
BPOM memperkuat sinergi dengan BPS untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pertemuan pimpinan yang berlangsung di Jakarta pada 11 Juni 2026 menegaskan komitmen kedua lembaga untuk meningkatkan kualitas data ekonomi nasional dan memperluas partisipasi pelaku usaha.
Sinergi untuk memperluas sosialisasi dan partisipasi
BPS memberikan apresiasi atas dukungan BPOM sejak awal pelaksanaan sensus. Kolaborasi ini dinilai efektif memperluas sosialisasi ke pelaku usaha di sektor obat, pangan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya sehingga meningkatkan pemahaman pentingnya pengisian sensus.
Kepala BPS menekankan peran aktif pelaku usaha agar data yang dihasilkan berkualitas.
"Setiap data yang diberikan pelaku usaha akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha di bawah binaan BPOM untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang akurat dalam Sensus Ekonomi 2026,"
Komitmen dan langkah BPOM
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung pelaksanaan sensus secara berkelanjutan. Dukungan itu diwujudkan melalui berbagai langkah koordinatif dan komunikasi kepada jaringan pengawasan BPOM.
"BPOM mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 karena data yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam perumusan kebijakan pembangunan. Termasuk pengembangan sektor obat, pangan, kosmetik, dan produk kesehatan,"
Langkah awal yang telah dilakukan antara lain audiensi pimpinan pada April 2026, penerbitan Surat Edaran Kepala BPOM terkait dukungan SE2026, pembentukan tim teknis kolaboratif, penyebaran video dukungan, serta kegiatan sosialisasi ke pelaku usaha.
Capaian data dan integrasi
Kolaborasi BPOM dan BPS juga menghasilkan integrasi data melalui Portal Satu Data BPOM. Data ini selanjutnya dimanfaatkan dalam Statistical Business Register (SBR) milik BPS untuk memperkuat basis data nasional.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total data usaha tersalurkan hingga Mei 2026 | 364.581 |
| Data pemilik izin edar | 177.349 |
| Pedagang besar farmasi | 3.271 |
| Industri rumah tangga | 183.961 |
Langkah berikutnya dan tantangan
Kedua pihak membahas tantangan terutama dalam mendorong partisipasi mandiri perusahaan besar. BPS menyampaikan bahwa proses pendataan perusahaan besar telah memasuki tahap pengiriman undangan melalui email dan pesan singkat sejak Juni 2026.
Perusahaan yang belum mengisi secara mandiri akan didatangi petugas sensus. BPS juga akan memantau penyelesaian pengisian mandiri perusahaan binaan BPOM melalui Dashboard Kolaborasi Komunikasi Data (KKD) selama Juni hingga Juli 2026.
Sinergi teknis dan komunikasi antara BPOM dan BPS diharapkan memperkuat akurasi data yang menjadi dasar kebijakan ekonomi dan pengembangan sektor terkait ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...