Kemenko Polkam Perkuat Kerja Sama Keamanan Hadapi Dinamika Global
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk merespons dinamika keamanan global melalui rapat koordinasi strategis di Bogor, Kamis, 11 Juni 2026. Rapat ini bertujuan menyelaraskan tindak lanjut kerja sama keamanan internasional khususnya dengan kawasan Eurasia dan memastikan kebijakan sejalan dengan kepentingan nasional.
Tujuan rapat dan finalisasi PtI
Agenda utama rapat adalah finalisasi Plan to Implement (PtI) International Information Security. Dokumen ini dirancang untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang keamanan informasi dan menghadapi ancaman siber lintas negara.
Kemenko Polkam menilai ancaman keamanan modern bersifat multidimensi sehingga memerlukan penanganan bersama. Dengan finalisasi PtI, pemerintah berharap langkah mitigasi siber menjadi lebih terkoordinasi dan efektif.
Optimalkan kemitraan di tengah multipolaritas
Peserta rapat menekankan bahwa perubahan geopolitik dan multipolaritas membuka peluang kemitraan strategis. Namun prioritas utama tetap memperkuat posisi tawar dan kepentingan nasional Indonesia.
"Dinamika global, multipolaritas, saat ini membuka ruang kemitraan yang luas, namun prioritas utama kita tetap sama. Setiap jalinan kerja sama harus mampu menjawab tantangan riil dan memperkuat posisi tawar serta kepentingan nasional Indonesia," kata Asisten Deputi Kerja Sama Amerika dan Eropa Kemenko Polkam, Parande K.
Peserta dan bentuk sinergi
Rakor dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan terukur. Sinergi antarlembaga dinilai krusial untuk mengatasi kompleksitas ancaman keamanan saat ini.
- Dewan Pertahanan Nasional
- Kementerian Luar Negeri
- Kementerian Pertahanan
- TNI
- Polri
- PPATK
- BIN
- BNPT
- BSSN
Rekomendasi dan langkah selanjutnya
Dalam pertemuan itu, Kemenko Polkam bersama peserta menyusun sejumlah rekomendasi yang diharapkan menjadi dasar penguatan kerja sama keamanan. Rekomendasi mencakup skema implementasi PtI, penguatan mekanisme berbagi informasi, dan peningkatan kapasitas menghadapi ancaman siber.
Selanjutnya, rekomendasi akan dijadikan acuan dalam kebijakan operasional dan negosiasi bilateral atau multilateral. Pemerintah menegaskan perlunya pengawasan dan evaluasi berkala agar kebijakan keamanan luar negeri berjalan efektif.
Rakor Bogor menegaskan komitmen pemerintah untuk menempatkan kepentingan nasional sebagai landasan kerja sama keamanan di tengah dinamika global yang terus berubah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...