BOR Sumut 80%: Tekanan Layanan, Prioritas Perkuat RS Daerah
Medan — Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Sumatera Utara kini mencapai 80 persen, menandai tekanan serius pada kapasitas layanan kesehatan setempat. Kondisi ini terlihat khususnya di Kota Medan, sehingga pengamat meminta pemerintah tidak hanya membangun fasilitas baru tetapi juga memperkuat rumah sakit yang sudah ada.
BOR 80% dan dampak pada pelayanan
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, mengakui angka keterisian tempat tidur yang tinggi itu. Angka tersebut berada di ambang batas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan membuat banyak rumah sakit sering penuh.
Memang sangat urgen sekali karena angka BOR di Sumut itu sudah 80 persen, di ambang batas dari WHO. Kita sering mendengar rumah sakit penuh, sementara kunjungan di rumah sakit cukup tinggi khususnya di Kota Medan.
Butuh keseimbangan antara rumah sakit internasional dan rujukan daerah
Pengamat kesehatan Dr. dr. Delyuzar mengatakan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional penting untuk menahan arus pasien berobat ke luar negeri. Namun, menurutnya, prioritas utama tetap pada penguatan fasilitas rujukan di daerah.
Kalau menurut saya dalam rangka mencegah pasien ke luar negeri seperti Penang, Singapura, Kuala Lumpur, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional itu bagus. Tetapi kita berharap diperkuat juga rumah sakit daerah ini.
Ia menilai rumah sakit internasional memiliki pangsa pasar masing-masing, terutama untuk pasien menengah atas. Meski demikian, kebutuhan mayoritas masyarakat adalah layanan rujukan yang mudah diakses dan berkapasitas memadai.
Saya tidak terlalu masalah adanya rumah sakit internasional itu karena itu kebutuhan juga dan ada market tersendiri. Tapi salah satu yang jadi kebutuhan juga, rumah sakit rujukan itu harus diperhatikan.
Tekanan pada layanan BPJS dan pemerataan fasilitas
Delyuzar menyoroti kebutuhan dukungan bagi rumah sakit daerah dan rujukan untuk menangani peserta BPJS Kesehatan. Ia menyebut rujukan dari daerah kerap menumpuk dan mengantre di rumah sakit di Medan.
Kita rasakan untuk layanan BPJS itu kita kekurangan terutama rujukan di Medan. Banyak yang mau dirujuk dari daerah masih mengantre. Persoalan ini harus dibekap oleh pemerintah.
Ia juga mengingatkan masalah pemerataan layanan. Saat ini banyak fasilitas dan spesialisasi masih terpusat di Medan, sehingga pasien dari kabupaten dan kota lain harus bepergian jauh untuk mendapat layanan lanjutan.
Implikasi dan langkah yang diperlukan
Tingginya BOR di Sumut menjadi peringatan bahwa kebijakan kesehatan tidak hanya soal menambah gedung baru. Pemerintah perlu menyiapkan dukungan kapasitas, peningkatan fasilitas, dan distribusi layanan yang merata agar rumah sakit rujukan siap melayani lonjakan pasien.
Perbaikan tersebut meliputi penambahan tempat tidur, tenaga kesehatan, alur rujukan yang efisien, dan pembagian layanan antarwilayah. Langkah-langkah ini penting untuk mereduksi antrean rujukan dan mengurangi beban di RS rujukan utama.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Petstival Kemerdekaan 2026 Medan: Pameran dan Lomba Hewan Peliharaan
YA.TEAM menggelar Petstival Kemerdekaan 2026 di Medan, 15-17 Agustus, dengan pameran, lomba hewan, edukasi,...
Ahli Sebut Audit Tak Standar pada Sidang Korupsi Inalum
Dua ahli dari penasihat hukum menilai penahanan Dante dan laporan audit kasus penjualan aluminium Inalum bel...
CCTV Rekam 100 Geng Motor Serang Rumah di Medan Labuhan
CCTV merekam ratusan geng motor menyerang rumah warga di Pekan Labuhan, Medan Labuhan; pemilik melapor ke Po...
Polda Sumut Tangkap 4 Pengedar 'Vape Getar', Sita Ratusan Liquid
Polda Sumut menangkap empat pengedar 'Vape Getar' di Medan dan menyita ratusan liquid diduga mengandung etom...
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan akibat Kelangkaan Semen
Pemprov Sumut memperketat pengawasan distribusi semen setelah laporan kelangkaan dan kenaikan harga; koordin...
HMI: Program MBG di Labuhanbatu Carut-marut, SPPG Banyak Tak Beroperasi
HMI Labuhanbatu Raya menilai program MBG carut-marut: SPPG banyak belum beroperasi, data penerima tak akurat...