Ekonomi

Booth MINERALive MIND ID di INVIROTECH 2026 Jadi Magnet

Bagikan:
Booth MINERALive MIND ID di INVIROTECH 2026 menampilkan instalasi awan dan demonstrasi pengelolaan sampah

Booth MINERALive milik MIND ID menjadi pusat perhatian dalam INVIROTECH 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Stand ini menarik pengunjung dengan demonstrasi pengelolaan sampah terintegrasi—mulai pengolahan organik berbasis maggot, pemrosesan plastik, hingga konversi limbah nonorganik menjadi produk lewat printer 3D.

Daya tarik utama booth

Area pameran berada di bawah instalasi berbentuk awan yang mencolok. Instalasi itu menampilkan gradasi warna dari gelap ke terang untuk menggambarkan perjalanan dekarbonisasi, disertai efek lampu biru menyerupai kilatan cahaya.

Pengunjung dapat melihat dan terlibat langsung dalam proses yang dipamerkan. Tampilan real-time pada layar digital menunjukkan progres penguraian sampah organik oleh maggot.

Demonstrasi teknologi dan praktik

Beberapa teknologi dan praktik yang dipamerkan antara lain:

  • Pengolahan sampah organik menggunakan maggot.
  • Program bank sampah dengan mesin penghancur (plastic crusher).
  • Pemanfaatan material hasil daur ulang sebagai bahan baku printer 3D.

Sistem ini dirancang untuk menutup siklus limbah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus memperlihatkan alur dari sumber sampah hingga pemasokan ke proses produksi kembali.

Reaksi pengunjung

Antusiasme tinggi terlihat dari berbagai kalangan. Dwi Agus, praktisi Bank Sampah Induk di Bekasi, menyatakan bahwa konsep tersebut memberi inspirasi praktis untuk komunitasnya.

"Jadi lumayan inspiratif bagi saya. Supaya ke depannya Bank Sampah kami bisa meraih seperti ini," ujar Dwi di JICC Senayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Dwi menambahkan bahwa komunitasnya sudah menerapkan pengolahan organik berbasis maggot, tetapi pengelolaan plastik masih sebatas pemilahan sebelum disalurkan ke offtaker. Ia melihat pendekatan terintegrasi sebagai peluang memperluas ekonomi sirkular di tingkat lokal.

"Kalau ada 10 ribu warga yang rutin menabung sampah, dan hasilnya masuk ke koperasi, maka ekonomi sirkular bisa berjalan. Sampah selesai dari sumbernya dan menjadi pendapatan bagi warga," kata Dwi.

Mahasiswi asal Malang, Bulan, juga menyatakan mendapat wawasan baru tentang peran sektor pertambangan dalam mendukung kelestarian lingkungan.

"Saya banyak belajar soal pengolahan sampah di booth MIND ID. Ternyata perusahaan tambang juga banyak memiliki program yang bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan," ujarnya.

Implikasi dan prospek

Konsep yang ditampilkan MIND ID bertujuan menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular bisa menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah. Pendekatan interaktif diharapkan memudahkan adopsi di tingkat komunitas dan mendorong kolaborasi antara masyarakat, koperasi, dan industri.

Dengan demonstrasi langsung dan keterlibatan pengunjung, booth MINERALive membuka peluang replikasi model pengelolaan sampah skala lokal yang berorientasi ekonomi sirkular.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait