Lokal

Bintalfisdisbun Aceh: 500 Mahasiswa Ikuti Pelatihan di Rindam IM

Bagikan:
Mahasiswa peserta Bintalfisdisbun di Rindam IM Aceh sedang mengikuti pembinaan fisik dan mental

Poliven Ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Aceh

BANDA ACEH — Sebanyak 500 mahasiswa penerima beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dari enam perguruan tinggi di Aceh mengikuti kegiatan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin Perkebunan (Bintalfisdisbun) di lingkungan Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM), Mata Ie, Aceh Besar. Kegiatan berlangsung selama lima hari, 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Agenda pelatihan dan tema

Kegiatan mengusung tema “Membentuk Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit Masa Depan” dengan nilai utama Tangguh, Disiplin, dan Berintegritas. Selain pembinaan fisik dan mental, peserta menerima kuliah umum sebagai bekal pengetahuan.

Perguruan tinggi peserta

Enam institusi yang mengirim mahasiswa adalah:

  • Politeknik Aceh
  • Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven)
  • Politeknik Kutaraja
  • Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Politeknik Aceh Selatan
  • Universitas Teuku Umar

Poliven sebagai koordinator wilayah

BPDP menunjuk Poliven sebagai Koordinator Wilayah Regional Aceh. Penetapan tercantum dalam Lampiran II Surat Keputusan BPDP Nomor S-505/BPDP.4/2026 tertanggal 4 September 2026 tentang Koordinator dan Pelaksana Bintalfisdisbun Wilayah Regional.

Pesan BPDP untuk mahasiswa

Sudi Bawa Suwita, Kadiv Penyaluran Dana Pengembangan SDM P BPDP, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan sumber daya manusia untuk industri sawit nasional. Ia menekankan pentingnya kompetensi dan nilai profesional.

"Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin industri sawit Indonesia di masa mendatang. Karena itu, saudara-saudara diharapkan menjadi insan profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjunjung prinsip keberlanjutan, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan perkebunan nasional,"

Dukungan pemerintah daerah dan TNI

Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, hadir mewakili Gubernur Aceh untuk memberikan apresiasi. Ia menyatakan kolaborasi antara BPDP, TNI, Pemerintah Aceh, dan perguruan tinggi dinilai strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa.

Karakter sebagai fokus pendidikan vokasi

Direktur Poliven, Dr Reza Salima, SP, MP, menegaskan bahwa pembentukan karakter adalah bagian penting pendidikan vokasi. Menurutnya, keterampilan teknis saja tidak cukup.

"Keberhasilan mencetak lulusan tidak cukup hanya melalui ruang kelas dan laboratorium. Karakter merupakan fondasi dalam melahirkan pemimpin perkebunan masa depan. Bintalfisdisbun menjadi momentum untuk menanamkan tanggung jawab, integritas, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa,"

Kegiatan ini memperkuat upaya transformasi SDM vokasi di sektor perkebunan, dengan tujuan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan teknis dan etika industri.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait