Lokal

Banda Aceh Bekali 65 ASN Jelang Pensiun lewat Bimtek

Bagikan:
Wali Kota Illiza membuka Bimtek persiapan purna tugas ASN di Banda Aceh

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Purna Tugas bagi 65 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun. Kegiatan dua hari dibuka Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal di Aula Hotel Rasamala, Kamis (15/10), dengan tujuan mempersiapkan pensiun yang produktif, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mental, literasi keuangan syariah, dan kewirausahaan.

Bimtek untuk ASN calon pensiun

Peserta merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) antara November 2026 hingga November 2027. Pelatihan berlangsung selama dua hari dan diisi materi praktis serta kunjungan lapangan.

Materi pelatihan dan kunjungan UMKM

Materi utama meliputi penguatan mental, literasi keuangan berbasis prinsip syariah, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan. Selain sesi kelas, peserta dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah UMKM di Banda Aceh untuk melihat praktik usaha secara langsung.

  • Penguatan kesiapan mental pasca-pensiun
  • Manajemen keuangan keluarga dengan prinsip syariah
  • Peluang usaha dan pengembangan keterampilan kewirausahaan
  • Kunjungan pengamatan ke UMKM lokal

Pesan Wali Kota: tiga aspek wajib dipersiapkan

Wali Kota Illiza menekankan tiga aspek penting menjelang pensiun: kesiapan mental, pengelolaan keuangan, dan keberlanjutan aktivitas produktif. Ia juga memberi perhatian pada aspek keluarga dan kesehatan.

"Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak dan Ibu atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan selama ini,"

Illiza mengajak ASN merancang pola hidup baru dengan mempererat hubungan keluarga, meningkatkan ibadah, menjaga silaturahmi, serta merawat kesehatan fisik dan mental. Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan yang matang.

Dalam hal pengelolaan dana, Wali Kota memberi peringatan agar ASN berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan cepat. Tujuannya agar tabungan profesional bisa menopang kebutuhan hidup setelah pensiun, termasuk biaya rutin dan perawatan kesehatan.

"Produktivitas tidak harus diwujudkan melalui kegiatan usaha, tetapi juga dapat dilakukan dengan berbagi ilmu, mendampingi keluarga, dan berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan,"

Peluang setelah pensiun

Untuk menjaga produktivitas, ASN dianjurkan memanfaatkan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki. Pilihan yang disarankan mencakup usaha kuliner, perdagangan, pertanian, jasa, serta aktivitas berbasis UMKM. Kegiatan non-komersial seperti pengabdian masyarakat dan transfer ilmu juga mendapat sorotan.

Dengan program ini, Pemkot berharap ASN memasuki masa purna tugas lebih siap secara mental, finansial, dan sosial. Langkah lanjutan termasuk pendampingan usaha dan akses literasi keuangan agar transisi ke kehidupan pasca-pensiun berjalan lebih lancar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait