Perbaikan Jalan Labusel–Rintis Senilai Rp21,2 Miliar Ditarget 2026
Labuhanbatu Selatan — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat perbaikan ruas Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing yang puluhan tahun rusak. Proyek sepanjang 6.489 meter itu mengalokasikan Rp21,2 miliar dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Proyek dan anggaran
Perbaikan ini didanai melalui skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) dan merupakan bagian upaya menanggapi keluhan masyarakat soal infrastruktur. Selain alokasi langsung Rp21,2 miliar untuk ruas tersebut, Pemprov Sumut juga menyalurkan Rp25 miliar BKP tambahan ke Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
"Totalnya sekitar Rp46 miliar, Rp25 miliar lagi dalam bentuk BKP kita minta juga untuk perbaikan jalan,"
Skema ini bertujuan memperbaiki beberapa titik kritis sekaligus mendukung perbaikan ruas jalan lain di kabupaten.
Progres pekerjaan dan ruang lingkup
Pengerjaan dibagi ke dalam tujuh segmen yang mencakup perbaikan badan jalan dan pembangunan drainase. Pemerintah kabupaten melaporkan progres saat ini mencapai sekitar 50 persen.
Menurut pemerintah daerah, ruas ini penting karena menghubungkan wilayah timur dan barat Sumatera Utara, serta menjadi jalur alternatif menuju jalan nasional. Perbaikan diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik antar desa.
Dampak pada warga
Kerusakan jalan selama bertahun-tahun berdampak langsung pada keselamatan dan waktu tempuh warga. Sejumlah kecelakaan dan keterlambatan distribusi tercatat di sepanjang ruas ini.
"Alhamdulillah, kali ini dibagusin sama Pak Bobby, sudah puluhan tahun ini rusak Pak, banyak yang kecelakaan, harusnya cuma setengah jam, jadi lebih sejam ke jalan besar,"
Harapan warga kini tertumpu pada penyelesaian tepat waktu dan kualitas pekerjaan yang tahan lama agar manfaat anggaran puluhan miliar rupiah bisa dirasakan secara nyata.
Harapan dan tantangan ke depan
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah kewajiban pemerintah dan bagian dari janji kepada masyarakat. Ia berharap perbaikan bersifat berkelanjutan sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
"Bapak/ibu tidak perlu berterima kasih kepada saya, ini memang sudah kewajiban kami, dan janji saya, jadi kalau janji tidak dipenuhi jadi dosa,"
Ke depan, fokus utama adalah menjaga kualitas pelaksanaan dan memastikan penyelesaian sesuai target akhir 2026. Jika tepat mutu dan waktu tercapai, proyek ini diharapkan memperpendek waktu tempuh, menurunkan angka kecelakaan, serta mendongkrak aktivitas ekonomi lokal.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Banjir Bosar Maligas, Polisi Evakuasi Pengendara di Simalungun
Banjir akibat luapan Sungai Perpayakan genangi jalan Bosar Maligas hingga 40 cm; Polsek turun tangan evakuas...
Polrestabes Medan Gerebek Kampung Narkoba di Desa Mencirim
Polrestabes Medan bersama BNN Sumut dan Dit Narkoba Polda Sumut menangkap bandar FI di Desa Mencirim dan men...
Yaspend Ahmad Yani Binjai Raih Juara Umum 1 POSI Sumut
SMP/SMA Yaspend Ahmad Yani Binjai meraih juara umum 1 POSI Sumut dan membawa 21 medali, hasil pembinaan ters...
Kemensos Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Medan Tembung
H.M Husni menyalurkan bantuan Kementerian Sosial untuk korban kebakaran di Jalan Suluh, Medan Tembung, pada...
Pemko Tanjungbalai Serahkan 40 Unit Bantuan untuk PKL Food Court
Pemko Tanjungbalai serahkan 40 unit bantuan gerobak dan tenda untuk PKL Food Court; penyaluran akan dilakuka...
Binjai Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga
Pemerintah Kota Binjai gelar Gerakan Pangan Murah di Stadion Binjai (16/10) untuk jaga pasokan dan harga, me...